Sebelum Tewas, Suprapto Telepon Ibu

Kompas.com - 01/04/2008, 11:21 WIB

PONOROGO,SELASA - Seorang tenaga kerja Indonesia dari Ponorogo, Jawa Timur bernama Suprapto (21) yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia meninggal karena kecelakaan kerja, jatuh dari gondola saat membangun sebuah bangunan bertingkat di Kuala Lumpur pada Sabtu (29/3).

Selain Suprapto, dua orang lainnya yang sedang bersama Suprapto dan juga meninggal dunia adalah Sriyadi (36) dari Lamongan, Mastam (32) dari Malang. Saat ini keluarga dari Suprapto di RT 1 / RW 1 Dusun Warung, Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sedang menunggu kedatangan jenazah Suprapto.

Diperkirakan jenazah Suprapto akan tiba di Ponorogo sekitar pukul 14.00. Setelah tiba, pihak keluarga akan segera memakamkan.

Bonari (55), paman Suprapto, mengatakan sebelum peristiwa itu terjadi atau Jumat (28/3) malam, Suprapto menelepon ibunya dan anak dari Bonari. Ibu dari Suprapto bernama Nyaitun (45) yang sedang sakit, sempat sembuh dari penyakit pinggangnya setelah mendengar suara Suprapto.

"Namun sekarang setelah mengetahui Suprapto meninggal, kami pihak keluarga telah sepakat tidak akan memberitahu Nyaitun karena kami khawatir dia syok dan penyakitnya malah bertambah parah," kata Bonari.

Sejak satu tahun yang lalu, Suprapto pergi ke Kuala Lumpur. Sebelumnya dia bekerja sebagai buruh tani begitu pula ibunya. Suprapto merupakan anak satu-satunya dari Nyaitun. Adapun suaminya telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu karena liver. Suprapto terpaksa pergi bekerja ke Malaysia karena kalau hanya bergantung pada pendapatan dari buruh tani tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan dia dan keluarganya. (apa)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau