Laporan wartawan Kompas Orin Basuki
JAKARTA, SELASA - Kalangan DPR berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tetap mempertahankan Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan dan tidak mencalonkannya sebagai Gubernur Bank Indonesia atau BI. Itu disebabkan pekerjaan yang menjadi beban Sri Mulyani masih sangat berat dan belum tentu bisa diselesaikan oleh orang lain. Pekerjaan utamanya saat ini adalah membongkar keboborkan di Departemen Keuangan melalui program Reformasi Birokrasi.
Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi XI DPR (mitra pemerintah yang menjalankan uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur BI) Endin AJ Soefihara di Jakarta, Selasa (1/4).
Menurut Endin, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencalonkan salah satu dari Sri Mulyani atau Menko Perekonomia Boediono untuk menjadi Gubernur BI, maka jabatan Menko tidak boleh dijabat oleh salah satu dari mereka. Jika Boediono yang dicalonkan, maka pemerintah harus mencari orang lain yang menggantikannya. "Harus ada menko baru," ujarnya.
Figur Sri Mulyani sendiri, ujar Endin, masih sangat dibutuhkan di Departemen Keuangan. Itu disebabkan reformasi birokrasi di Departemen Keuangan masih berlangsung.
"Jika proses reformasi itu ditinggalkan, maka perbaikan di Departemen Keuangan akan terputus. Bisa kacau lagi jika posisi menteri keuangan diganti orang lain," ujar Endin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang