Laporan Wartawan Kompas, Suhartono
JAKARTA, SELASA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut-sebut menyiapkan dua skenario reshuffle terbatas pasca-pengusulan nama Menko Perekonomian Boediono sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan ke Pimpinan DPR, Selasa (1/4) siang ini.
Skenario reshuffle tersebut terkait kemungkinan diterimanya Boediono sebagai Gubernur BI oleh DPR. Jika, Boediono dipilih DPR dan dilantik sebagai Gubernur BI oleh Mahkamah Agung (MA), maka jabatan Menko Perekonomian akan kosong. "Untuk itulah disiapkan, dua skenario reshuffle terbatas untuk mencegah kevakuman kursi jabatan Menko Perekonomian," ujar sumber Kompas di Istana Presiden, Selasa (1/4) siang ini.
Menurut pejabat tersebut, skenario pertama adalah perangkapan jabatan Menko Perekonomian oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. "Skenario kedua, jika Presiden tidak mengangkat Bu Ani sebagai Menko Perekonomian, berarti Presiden Yudhoyono akan mengangkat seorang pejabat baru untuk menduduki jabatan Menko Perekonomian," tambah sumber tersebut.
Pengusulan nama Menko Perekonomian, dinilai sudah menimbulkan konsekuensi adanya pergantian kabinet. Ditanya siapa pejabat yang layak dan bisa memenuhi syarat sebagai pengganti Boediono, sumber itu menyebutkan bisa dari menteri lainnya, yang senior, dan bisa juga dari luar kabinet.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang