Presiden Siapkan Dua Skenario Reshuffle Terbatas

Kompas.com - 01/04/2008, 16:29 WIB

Laporan Wartawan Kompas, Suhartono

JAKARTA, SELASA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut-sebut menyiapkan dua skenario reshuffle terbatas pasca-pengusulan nama Menko Perekonomian Boediono sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan ke Pimpinan DPR, Selasa (1/4) siang ini.

Skenario reshuffle tersebut terkait kemungkinan diterimanya Boediono sebagai Gubernur BI oleh DPR. Jika, Boediono dipilih DPR dan dilantik sebagai Gubernur BI oleh Mahkamah Agung (MA), maka jabatan Menko Perekonomian akan kosong. "Untuk itulah disiapkan, dua skenario reshuffle terbatas untuk mencegah kevakuman kursi jabatan Menko Perekonomian," ujar sumber Kompas di Istana Presiden, Selasa (1/4) siang ini.

Menurut pejabat tersebut, skenario pertama adalah perangkapan jabatan Menko Perekonomian oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. "Skenario kedua, jika Presiden tidak mengangkat Bu Ani sebagai Menko Perekonomian, berarti Presiden Yudhoyono akan mengangkat seorang pejabat baru untuk menduduki jabatan Menko Perekonomian," tambah sumber tersebut.

Pengusulan nama Menko Perekonomian, dinilai sudah menimbulkan konsekuensi adanya pergantian kabinet. Ditanya siapa pejabat yang layak dan bisa memenuhi syarat sebagai pengganti Boediono, sumber itu menyebutkan bisa dari menteri lainnya, yang senior, dan bisa juga dari luar kabinet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau