Wapres Diusulkan Rangkap Jabatan Menko Perekonomian

Kompas.com - 01/04/2008, 16:58 WIB

Laporan Wartawan Kompas, Suhartono

JAKARTA, SELASA -- Untuk menghindari gonjang-ganjing politik dalam pergantian kabinet mendatang pasca pengusulan Menko Perekonomian Boediono sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Wakil Presiden Jusuf Kalla diusulkan juga merangkap sebagai Menko Perekonomian menggantikan Boediono, jika DPR memilih dan menetapkan Boediono sebagai Gubernur BI.

"Saya kira, itu tepat kalau Wapres nantinya juga merangkap sebagai Menko Perekonomian. Daripada ribut-ribut rebutan kursi di antara partai-partai politik yang ada, lebih baik Presiden mengangkat Wapres saja. Dengan pengangkatan itu, tidak perlu tambah orang baru juga," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi, yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Komite Indonesia Amerika Serikat (Tikas), saat ditanya seusai mendampingi Wapres menerima Wakil Ketua Kadin AS Divisi Asia, Selasa (1/4) di Istana Wapres, Jakarta.

Menurut Sofyan, kalau Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang ditunjuk untuk merangkap Menko Perekonomian, hal itu dinilai terlalu berat. "Karena Menkeu itu separo pekerjaannya, setidaknya setengah tahun, selalu ada di DPR mengurusi APBN dan lainnya. Wapres kan, selama ini dan biasa mengoordinasi menteri-menteri ekonomi. Kecuali, kalau memang Presiden-nya tidak mau dan tidak berani, sehingga mengangkat orang lain lagi," jelas Sofyan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau