Laporan Wartawan Kompas, Suhartono
JAKARTA, SELASA -- Untuk menghindari gonjang-ganjing politik dalam pergantian kabinet mendatang pasca pengusulan Menko Perekonomian Boediono sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Wakil Presiden Jusuf Kalla diusulkan juga merangkap sebagai Menko Perekonomian menggantikan Boediono, jika DPR memilih dan menetapkan Boediono sebagai Gubernur BI.
"Saya kira, itu tepat kalau Wapres nantinya juga merangkap sebagai Menko Perekonomian. Daripada ribut-ribut rebutan kursi di antara partai-partai politik yang ada, lebih baik Presiden mengangkat Wapres saja. Dengan pengangkatan itu, tidak perlu tambah orang baru juga," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi, yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Komite Indonesia Amerika Serikat (Tikas), saat ditanya seusai mendampingi Wapres menerima Wakil Ketua Kadin AS Divisi Asia, Selasa (1/4) di Istana Wapres, Jakarta.
Menurut Sofyan, kalau Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang ditunjuk untuk merangkap Menko Perekonomian, hal itu dinilai terlalu berat. "Karena Menkeu itu separo pekerjaannya, setidaknya setengah tahun, selalu ada di DPR mengurusi APBN dan lainnya. Wapres kan, selama ini dan biasa mengoordinasi menteri-menteri ekonomi. Kecuali, kalau memang Presiden-nya tidak mau dan tidak berani, sehingga mengangkat orang lain lagi," jelas Sofyan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang