Surabaya Siap Gelar Munaslub PSSI

Kompas.com - 01/04/2008, 17:19 WIB

SURABAYA, SELASA - Kota Surabaya siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) PSSI, jika pengurus daerah (pengda) PSSI benar-benar memintanya untuk digelar. Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya Drs Bambang Dwi Hartono usai menghadiri pembukaan kejuaraan futsal kelompok usia pelajar Piala Megawati Soekarnoputri di Surabaya, Selasa (1/4).

"Kalau memang munaslub benar-benar jadi dilaksanakan, Surabaya siap jadi tuan rumah penyelenggara," katanya.

Bambang menyatakan, sudah seharusnya PSSI berubah agar kondisi persepakbolaan di tanah air menjadi lebih baik. Menurutnya, usulan untuk mengadakan perubahan pada kepengurusan organisasi sepakbola nasional itu sudah pernah digulirkan beberapa tahun lalu.

"Saat masih menjabat ketua umum Persebaya, saya sudah pernah menyampaikan masalah itu kepada pengurus PSSI maupun klub-klub, tapi responnya sangat kurang," tambah mantan ketua umum Persebaya yang kini masih menjalani sanksi 10 tahun dari PSSI akibat kasus mundurnya Persebaya dari babak delapan besar Liga Indonesia 2005 itu.

Desakan kepada pengda untuk mengusulkan penyelenggaraan munaslub memang sedang jadi bahan pembicaraan akhir-akhir ini. Tujuannya untuk mendiskusikan masalah penggantian Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI. Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar yang ditemui terpisah mengaku sedang berupaya mengumpulkan klub-klub maupun pengurus cabang (pengcab) PSSI di Jawa Timur.

"Saya sudah bertemu dan berdiskusi dengan Haruna Soemitro (ketua Pengda PSSI Jatim) soal munaslub. Beliau mendukung upaya untuk mengumpulkan klub dan pengcab se-Jatim," katanya.

Secara tegas Saleh mengatakan heran dengan ngototnya Nurdin Halid yang tak mau lengser. meskipun pengda dan pengcab sudah tidak lagi percaya dengan kepemimpinan Nurdin. Menurutnya, hal itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak waras dan tidak memiliki hati nurani.

"Kalau mereka orang-orang waras, tentu jalan pikirannya tidak seperti itu. Kenapa harus takut mundur dan ngotot bertahan? Padahal, masih banyak figur lain yang siap menjadi ketua umum PSSI," tambah Saleh.
(ANT/LHW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau