PALEMBANG, SELASA - Inflasi di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada bulan Maret 2008 mencapai 1,83 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,95 persen. Sebagai perbandingan, inflasi di Jakarta pada bulan Maret 2008 hanya 0,82 persen.
Angka inflasi bulan Maret di Palembang jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan Februari yang hanya 0,35 persen dan bulan Januari 0,91 persen.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumsel Nazaruddin Latief, Selasa (1/4) mengatakan, inflasi disebabkan perubahan harga komoditi yaitu dari 314 komoditi yang dipantau, 73 komoditi mengalami kenaikan harga dan 38 komoditi mengalami penurunan harga sedangkan sisanya tidak berubah.
Komoditi yang berperan meningkatkan inflasi adalah cabai merah, minyak tanah, minyak goreng, bawang merah, dan mie kering instan. "Inflasi bulan Maret perlu menjadi perhatian supaya ke depan inflasi tidak lebih dari dua digit, " kata Nazaruddin.
Berdasarkan catatan BPS Sumsel, kenaikan harga cabai merah 73,4 persen menyumbang inflasi 0,5 persen, kenaikan harga minyak tanah 11,6 persen menyumbang inflasi 0,3 persen, kenaikan h arga minyak goreng 9,1 persen mengakibatkan inflasi 0,2 persen, kenaikan harga bawang merah 23,4 persen menyumbang inflasi 1,1 persen, dan kenaikan harga mie kering instan 12,4 persen menyumbang inflasi 0,1 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang