Naif Siapkan Lima Lagu Khusus untuk Siaga Bencana

Kompas.com - 02/04/2008, 01:43 WIB

JAKARTA, SELASA -- Naif menyiapkan lima lagu khusus untuk album kompilasi Siaga Bencana "Selamatkan Bumi, Juga Nyawa" yang akan diluncurkan pada Mei 2008 bersama 13 band lainnya.
   
"Kami sudah punya stok lima lagu," kata drummer kelompok musik pop Naif, Franki Indrasmoro Sumbodo alias Pepeng di sela penandatanganan kerjasama pembuatan album kompilasi antara 14 band dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta, Selasa.
   
Ke-14 band tersebut adalah Naif, Samsons,  Netral, Mocca, Franky Sahilatua, White Shoes, Efek Rumah Kaca, 70’OC, Navicula, The Upstairs, St Loco, Buset,  Ronaldisko, dan NGM.
   
Pepeng mengatakan, dari lima stok tersebut ada yang sudah jadi, misalnya lagu soal banjir, tetapi ada pula yang belum ada judulnya, bahkan ada yang belum ada liriknya. 
   
Dari kelima lagu tersebut, ujar alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 1994 itu, akan dipilih satu yang paling sesuai untuk album kompilasi tersebut, karena masing-masing band hanya menyumbang satu lagu saja. 
   
Pepeng mengatakan, meskipun citra lagu-lagu Naif selama ini berkesan jenaka, namun tidak ada masalah jika di album kompilasi siaga bencana ini, kesan lagu yang disumbangkannya tidak sesuai citra itu.
   
"Yang jelas kami sangat peduli pada bencana dan ingin masyarakat tahu bagaimana bersiap-siaga dan menghindari bencana itu," kata pria berambut ikal ini.
   
Nantinya, album kompilasi ini terdiri dari 14 lagu yang diciptakan oleh masing-masing dari ke-14 band itu secara bebas, berbekal pengetahuan yang diberikan oleh para pakar bencana dari LIPI.
   
Album Kompilasi tersebut kemudian akan diproduksi oleh LIPI dan diluncurkan di bawah label Electrified Record sebanyak 5.000 keping CD.
   
Sejak 2005, Naif sudah mengkreasikan sejumlah kalimat siaga bencana gempa yang telah dinyanyikan sekitar 30 ribu siswa sekolah di berbagai wilayah seperti Aceh, Yogya, Klaten, dan Anyeryang disosialisasikan oleh LIPI.
   
Lirik yang sederhana tetapi mengena itu, yakni: "Kalau ada gempa, lindungi kepala, kalau ada gempa sembunyi di bawah meja, kalau ada gempa jauhi kaca, kalau ada gempa lari ke lapangan terbuka."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau