Bos Palermo: Inggris = Pembajak

Kompas.com - 02/04/2008, 04:27 WIB

Maraknya pembelian pemain muda oleh tim-tim Inggris membuat berang berbagai kalangan. Presiden klub Fiery Palermo, Maurizio Zamparini, sampai-sampai menyebut tim-tim Inggris sebagai "pembajak". Komentar itu didasari pada banyaknya pemain asli Italia yang dibawa ke Negeri Kerajaan itu.

"Mereka (klub Inggris) seperti pembajak yang mencuri harta karun. Itu memalukan karena mereka lebih memilih pemain muda sebelum mereka benar-benar menjadi pemain profesional," kata Zamparini kepada Radio BBC.

Klub-klub di Inggris memang berpeluang menarik bocah-bocah berbakat dari negara lain karena mereka lebih kaya dari klub-klub mancanegara. Ini tentu saja sangat menggiurkan pemain yang belum berpengalaman itu, selain karena Liga Inggris lebih menarik dibanding liga sepak bola di negara lain.

Salah satu pemain muda Italia yang dibajak adalah Vincenzo Camilleri. Pemain berumur 15 tahun yang dibesarkan oleh Reggina itu ditarik oleh Chelsea pada Februari lalu. Sebelumnya, Fabio Zamblera juga disikat Newcastle United dari Atalanta. Beberapa tahun sebelumnya, Parma juga kehilangan Giuseppe Rossi dan Arturo Lupoli. Rossi hijrah ke Manchester United dan Lupoli ke Arsenal.

"Klub-klub ini sudah memiliki pemain-pemain terbaik dunia. Salah jika mereka mencuri pemain-pemain muda berbakat dari klub lain karena dapat mematikan karier mereka (pemain muda)," lanjut Zamparini.

Menurut Zamparini, pihaknya juga dirugikan dengan pembelian pemain-pemain muda itu. Pasalnya, klub yang membelinya hanya perlu membayar lebih kecil dibandingkan harus menunggu ketika pemain sudah jadi pemain profesional.
(GOAL/LHW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau