13.000 Relawan PKS Siap Menangkan Amins-Hadi

Kompas.com - 02/04/2008, 09:16 WIB

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Khaidir
SAMARINDA - 
Kendati pasangan Achmad Amins-Hadi Mulyadi telah memiliki Tim Amins dan Mulyadi Peduli Rakyat (Ampera) dalam memenangkan Pilgub Kaltim mendatang, DPW PKS Kaltim tetap memiliki strategi lain.

Salah satu strategi yang akan dilakukan oleh partai yang mengusung ketuanya sebagai calon wakil gubernur mendampingi Achmad Amins adalah mengerahkan relawan yang siap bekerja. Tak tanggung-tanggung relawan yang diturunkan sebanyak 13.000 kader dan simpatisan PKS yang tersebar di Kaltim.

Sekretaris DPW PKS Kaltim Masykur Sarmian mengatakan, 13.000 relawan telah diterjunkan ke lapangan, bahkan jauh hari sebelum Hadi Mulyadi secara resmi mendampingi Achmad Amins. "Kader-kader PKS ini sudah menyebar ke setiap penjuru daerah di Kaltim, dengan kekuatan penuh mereka bekerja keras memenangkan Amins-Hadi dalam pilgub mendatang. Kami berjuang untuk dakwah dalam membangun Kaltim yang sejahtera," kata Masykur, Selasa (1/4) di Kantor DPRD Samarinda.

Secara teknis, menurut Wakil Ketua DPRD Samarinda ini, mereka melakukan kampanye simpatik, mulai mengajak masyarakat memilih Amins-Hadi yang maju demi kepentingan dakwah hingga bakti sosial simpatik lainnya. "Semacam aksi simpatik saja, detailnya seperti apa, saya pikir itu sudah ranah strategi kami yang tak mungkin harus diketahui orang lain, khususnya lawan-lawan politik kami," ujarnya.

Dikemukakan, relawan PKS terdiri dari semua unsur, mulai dokter, pekerja sosial, buruh dan masyarakat umum. "Kami sadar kebutuhan masyarakat berbeda satu sama lain, dan relawan yang kami turunkan diyakini memiliki semua kebutuhan masyarakat tersebut," ujarnya.

Apakah relawan diberi kompensasi berupa materi? Dengan tegas Masykur mengatakan, relawan PKS tak pernah diberi bayaran dan meminta bayaran apapun. Kader PKS dalam bekerja untuk kepentingan dakwah dan memajukan masyarakat Kaltim menjadi sejahtera.

"Mereka hanya dibekali ilmu dan dakwah, dan yakin kalau ada yang mengaku relawan PKS namun akhirnya meminta bayaran, saya sangat membantahnya jika relawan tersebut adalah kader PKS," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau