Laporan wartawan Persda Hasanuddin Aco
JAKARTA, RABU - Anggota Komisi XI DPR RI Tjahyo Kumolo mengatakan pihaknya seolah dipaksa menerima Boediono jadi Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Kalau calonnya tunggal kan tidak ada opsi memilih. Jadi seolah kami dipaksakan menerima dan setujui Boediono. Jadi kami pada posisi dipasung," kata Tjahyo kepada wartawan sebelum mengikuti rapat interen Komisi XI membahas calon gubernur BI di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (2/4).
Tjahyo yang juga Ketua Fraksi PDIP DPR RI ini mengatakan secara prinsip Komisi XI menerima sosok Boediono. "Tapi kita tunggu saja hasil fit and proper test (tes uji kelayakan dan kepatutan)," katanya.
Komisi XI sore ini rencananya akan memutuskan jadwal fit and proper test terhadap Boediono. "Kami akan usahakan sebelum masa reses 10 April mendatang selesai fit and proper test," kata dia.
Selanjutnya dua opsi keputusan akhir dari fit and proper test, menerima atau menolak Boediono. "Saya kira sosok Boediono sangat konservatif dan bisa diterima semua kalangan," kata Tjahyo mengenai peluang Boediono.
Kendati demikian, anggota Komisi XI lainnya Drajad Wibowo mengatakan pemerintah harus mengklarifikasi status hukum Boediono yang diduga terkait status BLBI.
"Pemerintah melalui Kejaksaan Agung bisa keluarkan rekomendasi. Apakah Boediono ada sangkut paut soal BLBI atau tidak," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang