Schuster: Takkan Mungkin Real Gaet Ronaldo

Kompas.com - 02/04/2008, 18:25 WIB

MADRID, RABU - Pelatih Real Madrid, Bernd Schuster, tak menyangkal jika mereka sangat menginginkan Cristiano Ronaldo. Tetapi, pria Jerman tersebut rupanya "tahu diri" dan mengakui bahwa saat ini mereka takkan mungkin bisa menggaet winger lincah Manchester United (MU) tersebut.

Meskipun demikian, Schuster tetap akan menjadikan Ronaldo sebagai buruannya. Dia yakin, suatu saat nanti mantan pemain Sporting Lisbon tersebut akan bergabung di Santiago Bernabeu dan menjadi bagian dari skuad Los Blancos.

Menurut Schuster, Ronaldo sedang dalam puncak kejayaannya dan dia merupakan aset paling berharga MU. Apalagi, gelandang Portugal berusia 23 tahun itu baru saja menunjukkan kepiawaiannya ketika membawa "Setan Merah" melibas AS Roma 2-0 di leg pertama perempatfinal Liga Champions, Selasa (1/4) malam atau Rabu (2/4) dinihari WIB.

Ya, pada duel di Olimpico itu, Ronaldo menjadi inspirator kesuksesan The Red Devils. Sundulannya pada menit ke-39 memecah kebuntuan MU, sebelum Wayne Rooney menggandakan keunggulan mereka pada menit ke-66.

Karena itu, Schuster yakin MU takkan mau membisniskan pemain lincah tersebut meskipun ada klub yang siap memberikan penawaran fantastis. Tetapi sekali lagi Schuster menegaskan, dalam beberapa tahun ke depan Ronaldo bakal jadi milik Real.

"Tak dapat dipungkiri, Cristiano Ronaldo adalah pemain terbaik di dunia. Dia patut mendapat poin 10, bahkan lebih dari itu. Tetapi, saya tak terlalu yakin Manchester United akan menjualnya," ungkap Schuster, Rabu (2/4).

Memang, musim ini Ronaldo menunjukkan performa yang sangat menakjubkan. Dalam semua kompetisi yang diikuti MU--termasuk gol ke gawang Roma pada Rabu dinihari, dia sudah mengemas 36 gol. Sebuah rekor gol yang sangat fenomenal bagi pemain sayap.

Tak heran bila banyak tim elite Eropa yang menginginkannya. Real Madrid adalah klub yang paling getol memberikan penawaran agar sang pemain mau berlabuh di Bernabeu.

"Saat ini saya tak melihat adanya kemungkinan untuk menggaetnya. Tetapi saya pikir, pada beberapa tahun ke depan dia bakal mengenakan kostum Real Madrid," jelas Schuster kepada suratkabar Spanyol, AS.

"Dia menjadi bintang di Old Trafford dan sampai dia meraih gelar Liga Champions dan beberapa gelar Premier League, saya yakin mereka (MU,red) akan mengizinkan dia pergi. Bagi saya, Ronaldo lebih bagus dari Kaka setelah pemain Brasil itu gagal bersama AC Milan pada musim ini," tambah Schuster.

Dalam wawancara dengan AS tersebut, Schuster juga memberikan pujian kepada striker Chelsea, Didier Drogba dan striker Sevilla, Luis Fabiano. Bukan cerita baru jika Schuster menempatkan Fabiano yang kini berada di puncak top skor (22 gol) Primera Division di posisi teratas daftar belanja pemain.

Berburu Huntelaar

Sadar bahwa peluang untuk menggaet tiga pemain top itu (Ronaldo, Drogba dan Fabiano) tak terlalu besar, Schuster kini membidik Klaas-Jan Huntelaar. Striker Ajax Amsterdam tersebut menjadi target utama saat belanja pemain musim panas nanti.

"Pemain ini sangat mirip dengan Ruud Van Nistelrooy dan Marco Van Basten. Dia merupakan gambaran dari mereka. Tampaknya, dia merupakan hasil kloning dari dua pemain tersebut di laboratorium," terang Schuster tentang pemain internasional Belanda tersebut.

"Dia memiliki kualitas dari Van Nistelrooy dan Van Basten. Pergerakannya mirip, posturnya tinggi, tembakan dengan kedua kakinya sama-sama bagus, tangguh saat duel di udara, dan memiliki naluri gol yang tinggi," puji mantan pelatih Getafe tersebut.

Jika Huntelaar berhasil digaet, maka Bernabeu akan menjadi markas para pemain Belanda. Saat ini, di sana sudah ada empat orang dari "negeri Kincir Angin" tersebut, yakni Van Nistelrooy, Royston Drenthe, Arjen Robben and Wesley Sneijder. (GOAL/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau