Saipul Jamil Dukung Pak Wali

Kompas.com - 02/04/2008, 22:21 WIB

JAKARTA, RABU-- Perseteruan antara Dewi Persik dan Wali Kota Tanggerang Wahidin Halim terkait pencekalan Dewi tampil di wilayah Tanggerang, rupanya tak luput dari perhatian  mantan suami penyanyi berjuluk Goyang Gergaji itu, Saipul Jamil.

Kepada kompas.com, Rabu (2/4) Saipul mengaku khawatir dengan langkah Dewi yang cenderung tampil  kian berani. "Saya sih selalu mendoakan kebaikan. Berharap semua berjalan dengan baik. Cari jalan keluar yang lebih baik,"  kata Saipul.

Terkait adanya kebijakan pihak Wali Kota Tanggerang yang menginginkan wilayahnya bersih dari aksi pornoaksi dan pornografi, secara tegas Saipul memberi dukungannya. "Saya sih selalu mendukung siapapun yang mencoba berbuat baik. Apa salahnya, sebagai manusia saling mengingatkan. Justru seharusnya kita bersyukur masih ada orang yang mengingatkan. Itu artinya masih ada orang yang sayang dengan kita," ujar Saipul.

"Kalau pun ada pihak yang menegur, itu artinya mereka juga peduli terhadap kita. Bersikaplah positive thinking terhadap tujuan seseorang. Jangan selalu melihatnya dengan negative thinking. Kalau begetu terus, pastinya apapun masukannya akan selalu dianggap buruk," kata Saipul.

Saipul yang baru saja mengakhiri masa idahnya dengan Dewi, pasca-keputusan bercerai oleh pengadilan,  mengaku tak mengerti dengan sikap Dewi belakangan ini. Meski demikian, hal tersebut bukan menjadi urusannya lagi.

"Saya sih yakin ini ujian dari Allah. Mudah-mudahan dia menjadi salah satu hamba yang diuji dan berhasil menyelesaikan dengan baik. Saya pikir, ini juga  ujian buat Pak Wali. Memberatas masalah yang tak baik, saya sih sangat setuju. Siapa lagi coba, yang akan membenahi, kalau bukan kita," tegas Saipul.

Lebih jauh Saipul menilai sikap Dewi belakangan ini sudah jauh dari sosok Dewi yang dia kenal selama masih menjadi istrinya. "Saya yakin kebenaran sampai kapan pun akan terungkap. sekadar flash back, saya ceraikan dia bukan karena orang ketiga. Tapi saya menuntut akhlak. Meminta dia untuk soleha, tidak ada salahnya kan.  Ternyata, dia memilih apa yang dia pilih, ya akhirnya  saya tak bisa terima dan memilih bercerai," ucap Saipul.

"Tapi ketika keputusan itu dibuat, saya malah disudutkan. Dibilang ada pihak ketiga lah, suka laki-laki lah. Tapi akhirnya terungkap juga," ujar Saipul. 

Tak mau terlalu menyudutkan mantan istrinya, Saipul kemudian segera meluruskannya. "Pada dasarnya dia seorang wanita yang baik. Mungkin sekarang, karena Allah sedang ingin mengujinya."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau