Kimia Farma, Tak Ada Obat Palsu

Kompas.com - 02/04/2008, 22:55 WIB

JAKARTA, RABU - Mengenai pemberitaan kasus pemalsuan labelisasi obat di Surabaya, pihak PT Kimia Farma membantah adanya obat palsu dan labelisasi yang beredar di masyarakat.

Dari hasil penyelidikan yang didapat, ditemukan bahwa obat generik dengan jenis parasetamol tersebut tidak kadaluarsa, karena masih dalam masa berlaku.

“Parasetamol itu tidak kadaluarsa, masih dalam masa berlaku. Hanya karena di daerah itu masa berlakunya selama 3 tahun, sedangkan obat yang kita kirim hanya berlaku 2 tahun. Maka obat itu kita tarik dan kita ganti. Jadi itu bukan obat palsu.” jelas Presiden Direktur PT Kimia Farma, M. Sjamsul Arifin saat konferensi pers, Rabu (2/4).

Sjamsul menambahkan, sementara ini kepala cabang di Surabaya, sedang di non aktifkan sambil menunggu proses pemeriksaan. "Proses tersebut kami serahkan kepada pemerintah. kami melihat masalah ini tidak ada kaitannya dengan obat palsu ataupun obat yang kadaluarsa, karena obat itu baru dibikin bulan April dan Mei 2007." ujar Sjamsul.

Untuk obat parasetamol yang telah ditarik oleh pihak Kimia Farma telah digantikan oleh obat yang diproduksi sendiri oleh Kimia Farma. “Obat-obat itu belum beredar di masyarakat karena sudah kami tarik dan kami ganti dengan obat produksi sendiri. Obat kimia farma yang kita produksi, dijamin aman karena sebetulnya obat parasetamol itu hanya obat biasa.” jelas Sjamsul.

Parasetamol merupakan golongan obat generik yang ditujukan untuk menurunkan demam atau panas badan yang meninggi. Obat ini termasuk obat bebas yang bisa dibeli di warung atau toko obat tanpa perlu resep dokter. Obat ini biasanya dijual dengan merk-merk tertentu.


M6-08

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau