ROMA, RABU - Pemain tengah AS Roma, David Pizarro, sangat kecewa karena timnya kalah 0-2 saat menjamu Manchester United (MU) di leg pertama babak perempatfinal Liga Champions. Namun yang membuat Pizarro lebih sebal lagi adalah ulah Cristiano Ronaldo.
Menurutnya, Ronaldo memang pantas mendapat predikat bintang dalam laga yang berlangsung di Olimpico tersebut karena dia sukses mencetak gol pembuka MU. Tapi di sisi lain, winger Portugal itu terlalu sombong dan terkesan "manja" serta banyak melakukan trik murahan.
"Kualitasnya tak perlu dipersoalkan lagi. Tetapi, dia terlalu besar kepala. Beberapa trik kecilnya di tengah lapangan tak perlu dilakukan dan dia seharusnya menunjukkan rasa hormat kepada musuhnya. Kita dapat bertaruh, dia akan melakukannya lagi di leg kedua," ungkap Pizarro, Rabu (2/4).
Tentang kekalahan Roma di leg pertama itu, Pizarro mengakui bahwa mereka memang kehilangan naluri membunuh. Padahal, meskipun tanpa Francesco Totti yang sedang dibekap cedera, Giallorossi sanggup memainkan sepakbola menyerang untuk menciptakan sejumlah peluang.
"Kami menunjukkan permainan bagus dan kami kecewa karena tak bisa memaksimalkan banyak peluang yang diciptakan. Kami membuat banyak tembakan ke gawang, tetapi MU yang akhirnya menjadi pemenang," tambahnya.
Meskipun peluang Roma sudah sangat tipis, tetapi Pizarro masih tetap optimistis. Menurutnya, mereka tetap akan berjuang untuk mengejar dua trofi incaran, yakni juara Serie-A dan Liga Champions.
"Kami masih yakin dengan peluang untuk mengejar Scudetto dan Liga Champions. Tim ini tidak pernah menyerah untuk menggapai impian itu," tandasnya.
Di kompetisi Serie-A, Roma kini berada di urutan dua. Dengan total poin 65, mereka hanya terpaut empat angka dari Inter Milan yang memimpin klasemen sementara. Sedangkan di Liga Champions, tim besutan Luciano Spalletti itu harus menang dengan skor 3-0 saat tandang ke Old Trafford pekan depan, jika ingin maju ke semifinal.
Sementara itu Ronaldo membantah anggapan Pizarro. Menurut winger lincah ini, aksi yang diperlihatkan merupakan bagian dari permainannya sehingga takkan mungkin dihilangkan.
"Itu tak bermaksud mengejek rival-rivalku. Saya selalu melakukan hal tersebut, bahkan sejak tiga atau empat tahun lalu ketika masih muda. Saya tak bermaksud melakukan show, tetapi itu memang bagian dari diriku yang akan saya persembahkan untuk Manchester United," ungkapnya. (CH4/LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang