Presiden Pastikan Sri Mulyani Tetap Menkeu

Kompas.com - 03/04/2008, 14:10 WIB

Laporan wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, KAMIS - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (3/4) siang, memastikan tidak adanya pergantian kabinet di posisi Menteri Keuangan. Sri Mulyani Indrawati akan tetap menjabat posisi tersebut. Hal ini ditegaskan Presiden Yudhoyono kepada pers, seusai memimpin rapat terbatas soal krisis pangan dan energi di ruang kerjanya di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis siang.

Dalam pernyataannya, Presiden Yudhoyono didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menneg BUMN Sofyan Djalil, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dan Mensesneg Hatta Radjasa. "Saya pastikan, tidak ada pergeseran posisi di Menkeu. Kita harus terus bersinergi untuk menghadapi kenaikan harga pangan dan energi," tandas Presiden.

Menurut Presiden Yudhoyono, isu-isu yang menyebutkan adanya pergantian posisi di Menkeu, itu tidak benar. "Menkeu jutru jadi pilar di saat yang penting sekarang ini, untuk terus menatanya," tambah Presiden. Presiden Yudhoyono sendiri sama sekali tidak menyinggung posisi Menko Perekonomian Boediono pasca pencalonannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Di tempat yang sama, Boediono saat ditanyakan perihal kemungkinannya melepas jabatannya, membantah. "Saya akan tetap di Menko, sampai terakhir, yaitu setelah adanya serah terima di bulan Mei mendatang," katanya.

Boediono menambahkan bersama Presiden, ia bersama menteri lainnya sama sekali tidak membicarakan soal pergantian dan siapa yang akan ditunjuk menggantikannya. "Pokoknya, saya siap. Saya kan sudah diajukan dan diproses. Saya akan menjawab apapun yang ditanyakan di DPR nanti," tantangnya. Hatta Radjasa juga membenarkan bahwa Presiden sama sekali tidak menyinggung pergantian Menko Perekonomian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau