Saatnya Melawan Pelaku Pelecehan Seksual

Kompas.com - 03/04/2008, 17:34 WIB

Ulah para pelaku pelecehan seksual memang menjengkelkan dan menjijikkan. Meski begitu singkirkan dulu rasa takut dan malu. Sudah saatnya kita melawan.

Menurut instruktur Woman Self Defense of Kushin Ryu, Sofyan Hambally, kita bisa melawan para pelaku dengan tangan kosong. Apa saja yang bisa kita lakukan?

TATAP MATANYA
Berani bereaksi tak berarti harus tindakan fisik. Tatap mata si pelaku sambil memperingatkan, misalnya "jangan macam-macam ya bung," kemudian cari tempat lain atau menghindarinya.

"Yang penting adalah kita berani bereaksi, meski sekadar tatapan mata. Ini untuk menjatuhkan mental pelaku," papar Sofyan.

MANFAATKAN ANGGOTA TUBUH
Menjadi korban pelecehan seksual di kendaraan umum yang padat memang membuat kita berada dalam posisi tertekan karena ruang gerak yang sempit. Tapi ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, misalnya:

- Dalam posisi berdiri membelakangi pelaku, sikut ulu hati si pelaku sekuat mungkin.

- Injak kaki si pelaku (lebih menguntungkan jika Anda memakai sepatu hak tinggi).

- Sundulan kepala tak hanya berguna dalam dunia sepak bola. Lakukan gerakan tersebut dan arahkan ke bagian bawah rahang pelaku.

- Ambil ancang-ancang dengan memajukkan satu kaki lalu kibaskan tangan atau hentakkan pinggul sekeras mungkin ke bagian intim pelaku.

GUNAKAN ALAT
Gunakan alat-alat yang biasa kita bawa untuk menjadi senjata, misalnya peniti, jepit rambut, atau pulpen.

Dengan berani melakukan perlawanan kita tak hanya memberikan efek jera untuk para lelaki "gila" dan eksebisionis, tapi juga untuk menunjukkan harga diri kita tak bisa dilecehkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau