Brazil, Epidemi DBD

Kompas.com - 04/04/2008, 05:04 WIB

RIO DE JANEIRO, JUMAT - Lebih dari 66.000 kasus demam berdarah dengue (DBD), penyakit yang disebabkan nyamuk yang kadang-kadang mematikan dilaporkan terjadi di Brazil selatan sejak empat bulan lalu. Demikian diungkapkan pejabat terkait, Kamis waktu setempat.

DBD dilaporkan telah menewaskan sekitar 67 orang tahun ini di Rio de Janeiro, ungkap pejabat kementrian kesehatan. Kurang dari setengahnya anak-anak di bawah usia 13 tahun.

Karena itu, pemerintah Brazil menyatakan situasi epidemik. Kementrian kesehatan setempat tidak berupaya mengidentifikasi kematian akibat DBD ini, demam dengue hemoragik yang "biasanya berakibat fatal karena sulit dikenali dan kurang perawatan yang memadai." ungkap pejabat dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

CDC mengatakan bahwa dengan perawatan yang memadai dan tepat, kejadian fatal akibat demam hemoragik dengue yang ditandai dengan perdarahan di bagian luar dan dalam tubuh secara abnormal dapat diminimalkan hingga kurang dari 1 persen.

Demam dengue, jenis demam yang paling kerap dari jenis dengue disebabkan oleh virus yang biasanya dibawa nyamuk, utamanya Aedes Aegypti dan tidak menular antar manusia.

Kementrian Kesehatan Rio de Janeiro mengatakan, 613 dari 67.010 kasus dengue merupakan demam dengue hemoragic atau DBD. CDC memperkirakan sekitar 10 juta kasus dengue terjadi di dunia setiap tahunnya."Kejadian ini cukup biasa terjadi," ujar Dr. Ali Khan dari CDC.

Nyamuk membawa telur-telur bervirus dengue ini pada air yang tergenang di selokan, botol atau sumber-sumber air lain. Khan menekankan pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan. "Baju dan celana lengan panjang, juga losion anti nyamuk."
 
Gejala demam berdarah dengue biasanya muncul dalam bentuk sakit kelapa berat, demam tinggi, sakit punggung, nyeri sendi, nyeri pada mata, mual, muntah, kulit berbintik merah. Tidak ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegahnya.

Source: CNN

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau