Ketua DPR: Kunjungan ke London, Jangan Dipolitisasi

Kompas.com - 04/04/2008, 12:48 WIB

JAKARTA, JUMAT - Ketua DPR Agung Laksono meminta agar kepergian sejumlah anggota dewan ke London dan New York atas undangan Bank Indonesia (BI), jangan dipolitisasi. Apalagi, jika masalah tersebut justru membuat suasana gaduh di DPR. Namun, Agung menegaskan akan melakukan klarifikasi dan penelitian atas hal tersebut.

"Perlu diteliti masalah itu. Persoalannya saya kira jangan cepat melakukan vonis sebelum ada bukti benar atau tidaknya. Apalagi mereka yang diundang tidak tahu bagaimana status yang mengundang. Saya berharap jangan ada politisasi. Apakah ini ada maksud membuat suasana gaduh di DPR, dan mendiskreditkan seolah-olah melakukan kesalahan itu, padahal belum tentu," papar Agung, Jumat (4/4).

Ia juga meminta kepada pihak manapun yang mengindikasi adanya pelanggaran yang dilakukan anggota dewan, agar jangan mempublikasikannya terlebih dahulu, sebelum ada klarifikasi. "Karena akan menimbulkan salah persepsi pada publik. Saya juga menyatakan penyesalan atas cara-cara seperti itu. Tidak jauh dari pembunuhan karakter terhadap suatu lembaga. Kalau memang salah, kita tidak akan melindungi anggota yang melanggar hukum, apalagi yang melanggar kode etik. Tapi kalau tidak, ya jangan divonis dan dipublikasikan dulu," lanjut dia.

Mengenai keinginan Badan Kehormatan (BK) DPR untuk bertemu dengan pimpinan dewan guna membahas hal ini, Agung menyatakan tak berkeberatan dan siap untuk melakukan rapat konsultasi. Bagaimanapun juga, hal ini akan ditindaklanjuti.

"Kalau memang nyata-nyata itu ada double account, artinya dibiayai DPR juga dibiayai eksekutif, karena sumber dananya sama yaitu uang negara, perlu dilakukan cek dan ricek. Pimpinan BI perlu memberitahukan kepada pimpinan dewan," kata Agung.

Beberapa hari lalu, mencuat dugaan 4 orang anggota DPR melakukan kunjungan ke London atas undangan BI, setelah menyelesaikan pembahasan RUU Mata Uang. Dalam kunjungan tersebut, masing-masing mendapatkan uang saku yang besarnya mencapai Rp130 juta per orang. (ING)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau