PLTU I Banten Suralaya Operasional Maret 2010

Kompas.com - 04/04/2008, 14:30 WIB

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

CILEGON, JUMAT - PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara(PLN) menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Banten Suralaya Unit 8, yang terletak di sebelah timur PLTU Suralaya Unit 1 hingga 7, Desa Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Kotamadya Cilegon, Banten, dijadwalkan selesai pada 12 Maret 2010 mendatang atau dalam waktu 36 bulan. Kemajuan pelaksanaan proyek tersebut per Februari 2008 disebut-sebut sudah mencapai 16,85 persen.

Dijanjikan, proyek yang dimulai pembangunannya pada Maret 2007 merupakan salah satu proyek yang Jumat (4/4) siang, akan ditinjau langsung kemajuan pembangunannya oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla bersama sejumlah pejabat lainnya. Proyek pembangkit listrik 10.000 MW berbahan bakar batubara itu tengah dibangun pemerintah untuk menutup kekurangan pasokan listrik secara nasional.

Pemerintah akan bangun 10 PLTU di Pulau Jawa dan 25 PLTU di luar Pulau Jawa. Saat ini, pasokan listrik Indonesia di luar 10.000 MW, hanya sebesar 25.000 MW. Padahal kebutuhan di masa datang jauh lebih besar lagi mengingat kebutuhan industri dan kemajuan investasi lainnya.

Dari laporan perkembagan kemajuan pembangunan proyek listrik PLTU 1 Banten Unit 8 Suralaya yang diterima Kompas, disebutkan proyek ini dibangun bekerja sama dengan konsorsium asal China National Technical Import & Export Corporation (CNTIC), China National Machinery Import & Export Corporation, Zhejiang Electric Power Design Institute dan salah satu perusahaan BUMN, serta PT Rekayasa Industri.

Kapasitas PLTU 1 Banten Unit 8 tercatat sebesar 625 MW. Nilai kontrak proyek ini mencapai sebesar Rp 865,16 miliar dan 334,45 juta dollar AS, belum termasuk nilai pajak proyek. Proyek ini dibangun untuk menambah pasokan listrik di Pulau Jawa. Adapun PLTU Suralaya Unit 1-7 sebesar 3.400 MW.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau