Laporan Wartawan Kompas Suhartono
CILEGON, JUMAT - PT (Persero) Perusahaan Listrik Negara(PLN) menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 Banten Suralaya Unit 8, yang terletak di sebelah timur PLTU Suralaya Unit 1 hingga 7, Desa Suralaya, Kecamatan Pulo Merak, Kotamadya Cilegon, Banten, dijadwalkan selesai pada 12 Maret 2010 mendatang atau dalam waktu 36 bulan. Kemajuan pelaksanaan proyek tersebut per Februari 2008 disebut-sebut sudah mencapai 16,85 persen.
Dijanjikan, proyek yang dimulai pembangunannya pada Maret 2007 merupakan salah satu proyek yang Jumat (4/4) siang, akan ditinjau langsung kemajuan pembangunannya oleh Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla bersama sejumlah pejabat lainnya. Proyek pembangkit listrik 10.000 MW berbahan bakar batubara itu tengah dibangun pemerintah untuk menutup kekurangan pasokan listrik secara nasional.
Pemerintah akan bangun 10 PLTU di Pulau Jawa dan 25 PLTU di luar Pulau Jawa. Saat ini, pasokan listrik Indonesia di luar 10.000 MW, hanya sebesar 25.000 MW. Padahal kebutuhan di masa datang jauh lebih besar lagi mengingat kebutuhan industri dan kemajuan investasi lainnya.
Dari laporan perkembagan kemajuan pembangunan proyek listrik PLTU 1 Banten Unit 8 Suralaya yang diterima Kompas, disebutkan proyek ini dibangun bekerja sama dengan konsorsium asal China National Technical Import & Export Corporation (CNTIC), China National Machinery Import & Export Corporation, Zhejiang Electric Power Design Institute dan salah satu perusahaan BUMN, serta PT Rekayasa Industri.
Kapasitas PLTU 1 Banten Unit 8 tercatat sebesar 625 MW. Nilai kontrak proyek ini mencapai sebesar Rp 865,16 miliar dan 334,45 juta dollar AS, belum termasuk nilai pajak proyek. Proyek ini dibangun untuk menambah pasokan listrik di Pulau Jawa. Adapun PLTU Suralaya Unit 1-7 sebesar 3.400 MW.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang