Dewi Sandra: Fashion Bagaikan Pacaran

Kompas.com - 04/04/2008, 16:54 WIB

JAKARTA, JUMAT – Ada yang berbeda lagi dari Dewi Sandra ketika tampil dalam acara Acrodance, Majirel Spring Summer Color Collection 2008, yang diadakan oleh L'Oreal Professionnel di Embassy, Kamis (3/4). Ia muncul dengan potongan rambut bob cepak. 

"Sebenarnya rambutku sudah pendek, tapi ada mohawk-nya gitu. Terus, karena mohawk-nya mulai mengganggu, ya jadi dicepakin," ujar perempuan kelahiran Rio de Janeiro, Brasil, 3 April 1980 ini.

Dewi membantah sangkaan bahwa model rambutnya diubahnya atas permintaan L'Oreal untuk tampil dalam acara tersebut. "Ini keinginan aku. Mereka selalu memberikan kebebasan buat aku untuk memilih model sendiri. Karena lagi bosan dengan rambut pendek saja," ucapnya.

Penampilannya yang tetap chic dan menarik di usia 28 tahun memang dipengaruhi oleh karakternya yang bebas bereksperimen dalam fashion. Menanggapi pendapat tentang dirinya yang suka bereksperimen, ia mengatakan bahwa bereksperimen dalam fashion merupakan hak istimewa bagi seorang wanita. "Mega fashion itu tentang having fun dan bereksperimen. Jangan bosan-bosan. Karena, sebagai wanita, inilah salah satu keuntungan kita, mencoba hal-hal baru," ujarnya. 

Bagi istri penyanyi dan pencipta lagu Glenn Fredly ini, fashion seperti kehidupan perempuan sebelum menikah. "You know what, everything is about experimenting. Lu enggak bisa berhenti di satu titik dan merasa gue sudah cocok dengan satu gaya. Karena fashion is like having a boy friend. It’s not about having a husband. You may change boyfriend every six months!" celotehnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau