Wapres Tak Kapok Naik Helikopter

Kompas.com - 05/04/2008, 08:46 WIB

Laporan Wartawan Kompas Suhartono

JAKARTA, SABTU - Meskipun Helikopter Kepresidenan jenis Super Puma TNI-AU yang dinaikinya bersama sejumlah menteri dan pejabat lainnya sempat mengalami kerusakan di sistem elektriknya, Jumat (4/4) sore kemarin di Cilegon, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, tetap tidak kapok naik helikopter jenis tersebut.

Sabtu (5/4) pagi pukul 07.15 wib, Kalla kembali terbang dengan helikopter kepresidenan jenis yang sama untuk melanjutkan kunjungan safarinya ke sejumlah kabupaten. Wajahnya tampak santai dan tenang, dan tak sedikit pun menunjukkan kecemasan.

Saat ditanya mengenai rusaknya heli yang dinaikinya, Jumat malam sepulangnya dari kunjungan kerja itu, Wapres dengan santai mengatakan, "Memang ada kerusakan kecil. Tapi sudah diperbaiki. Dan, saya, besok (Sabtu pagi) akan terbang lagi dengan heli jenis yang sama," ujarnya kepada Kompas.

Asal tahu saja, Pesawat Kepresidenan TNI-AU yang pernah dinaiki Wapres tercatat pernah mengalami kerusakan kaca kokpitnya sesaat sebelum mendarat ketika akan melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara, dua tahun lalu. Akibatnya, Wapres ganti pesawat komersial.

Menurut cerita mereka yang pernah satu pesawat dengan Kalla sebelum menjadi Wapres, Kalla juga tak pernah merasa cemas meskipun kondisi cuaca dalam penerbangan waktu itu dalam keadaan buruk. Pesawat pribadinya Athira, yang digunakannya pernah terpaksa balik lagi ke bandara asal karena cuaca buruk. Namun, meskipun Kalla sudah menjadi Wapres, ia tak juga kapok terbang dengan pesawat maupun heli.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau