LONDON, MINGGU - Tekanan dari berbagai kalangan yang mendesak Max Mosley mundur sebagai presiden FIA kian meningkat, gara-gara perilaku seks-nya yang seronok.
Desakan terbaru disuarakan oleh juara F1 tiga kali Jackie Stewart (69). "Inilah saatnya bagi Max Mosley untuk melakukan tindakan terhormat dengan cara mengundurkan diri," kata Stewart sebagaimana dikutip dari tabloit Inggris, News of the World, Minggu.
Media ini pula yang mengabarkan sekaligus memampangkan foto Mosley yang tengah berpesta seks dengan lima perempuan pekerja seks komersial. Dalam adegan itu Mosley berlagak bak perwira Nazi Jerman.
Setelah pemberitaan itu, tekanan untuk mundur terhadap bos pengelola balap F1 itu datang dari berbagai penjuru. Namun, Mosley masih mencoba bertahap. Bahkan ia sudah mengajukan tuntutan hukum terhadap tabloit itu. Mosley menilai, ia menjadi korban dari sebuah persekongkolan busuk.
Sebaliknya, tabloit itu tak gentar dengan tuntutan Mosley. Media itu terus menurunkan berita yang menekan Mosley, termasuk memuat pendapat Jackie Stewart itu.
Menurut Stewart, ulah Mosley itu sudah tak bisa dikategorikan urusan pribadi. Karena Mosley mewakili lembaga besar FIA. "Dia harus mundur demi kebaikan FIA dan olahraga otomotif," katanya.
The Automobile Association of America (AAA), yang merupakan organisasi otomotif terbesar di dunia dengan anggota 51 juta orang di seluruh AS, juga sudah menuntut supaya Mosley (67) angkat kaki dari kursi presiden FIA. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang