Diuji DPR, Boediono Terkenang Ujian Disertasi

Kompas.com - 07/04/2008, 10:48 WIB

JAKARTA, SENIN - Calon Gubernur BI Boediono membuka pemaparan makalahnya dengan sebuah cerita. Ia berkisah di hadapan Anggota Komisi XI DPR. Hari ini, 7 April 2008, mengingatkan momen lain di benak Boediono. Tahun 1978, tepat 30 tahun yang lalu, di tanggal yang sama ia juga menjalani tes di sebuah Universitas di Amerika Serikat, untuk mempertahankan disertasinya di hadapan 4 orang guru besar. Dan hari ini, ia akan mempresentasikan pokok pikirannya mengenai Bank Indonesia di hadapan 52 anggota Komisi XI.

"Tepat tiga puluh tahun lalu, pada suatu musim dingin saya menghadapi 4 orang guru besar. Intinya, saya diuji untuk disertasi saya. Dan itu saya katakan pagi tadi kepada Bapak/Ibu," kisahnya.

Setelah menguraikan cerita itu, Boediono mengutarakan rasa bangga dan terhormatnya karena diajukan sebagai Calon Gubernur BI. Bagi dia, Gubernur BI mempunyai tugas besar untuk menjaga stabilitas moneter dan memperkokoh BI. Dalam paparannya, Boediono membaginya dalam dua bagian besar.

"Pertama saya akan mengutarakan tentang beberapa prinsip dasar yang seyogyanya melandasi BI dalam mendukung perekonomian nasional. Dan kedua, agenda dan langkah-langkah konkret dalam melaksanakan tugas BI," papar dia. Empat prinsip dasar tersebut, kata Boediono, adalah memposisikan diri dalam pembangunan perekonomian nasional, independensi, kompetensi dan kredibilitas BI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau