JAKARTA, SENIN- Revitalisasi peran Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menjadi salah satu fokus utama yang diutarakan para calon Kepala BP Migas, dalam fit and proper test yang berlangsung di Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (7/4).
Ketiga calon yang diuji Komisi VII adalah Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo, Direktur Pengusaha Hulu Dirjen Minyak dan Gas Bumi R. Priyono dan Kepala Litbang Migas Hadi Purnomo.
Kepada anggota DPR, Evita mengemukakan, fokus utamanya adalah masalah internal kerjasama dalam Migas dan partnership antara KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) dan Dirjen Migas. Target 100 hari Evita adalah meningkatkan produksi serta memperlancar perizinan.
Sementara itu, Priyono mengemukakan kekuatan yang dimilikinya adalah masalah interpersonal (komunikasi). Program 100 hari yang akan dilaksanakan yaitu pembentukan Task Force untuk peningkatan produksi penganggaran cost covery.
"Penyempurnaan dan penyederhanaan prosedur, percepatan dan akselerasi dalam rangka efisiensi waktu proses WP & B (Work Program and Budget) dan AFE (Authorization for Expenditure) dan terakhir harmonisasi hubungan kelembagaan Badan Pelaksana Direktorat Jendral Migas," demikian Priyono. (M8-08)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang