Gaji Belum Dibayar, Karyawan AdamAir Resah

Kompas.com - 07/04/2008, 20:34 WIB

JAKARTA, SENIN - Puluhan karyawan AdamAir resah karena belum adanya kepastian dibayarnya gaji mereka. Meskipun Direktur AdamAir, Adam Suherman telah menandatangani cek pembayaran, Direktur Keuangan AdamAir Gustiono menolak membayarnya.

Keresahan puluhan karyawan tersebut diungkapkan melalui umpatan-umpatan dari mulut mereka. Tatkala menyaksikan pernyataan Gustiono di salah stasiun televisi yang disiarkan Senin (7/4) sore, beberapa karyawan AdamAir pun berteriak. Niko, salah satu petugas keamanan Kantor Pusat AdamAir yang terletak di jalan Gedung Panjang, Jakarta, mengaku resah karena belum dibayar gajinya untuk bulan Maret.

"Resah. Seminggu ini anak saya nggak bisa minum susu," ujar pria asal Ambon tersebut. Keresahan yang sama juga disampaikan Benyamin petugas keamanan lainnya. Ia mengatakan bingung memikirkan istri dan anaknya karena belum menerina gaji untuk bulan Maret.

"Mau makan apa istri sama anak saya di rumah," ujarnya. Sejak sore tadi, puluhan karyawan yang berkumpul di Kantor Pusat AdamAir terus memantau perkembangan terakhir soal tuntutan pembayaran gaji mereka untuk bulan Maret. Gaji yang biasa telah mereka terima sekitar tanggal 27 atau 20 tiap bulannya, hingga tanggal 7 memasuki bulan berikutnya belum mereka terima.

Richard, salah satu karyawan mengaku kecewa soal kelambatan pembayaran ini. Ia mengatakan jika dalam beberapa hari ke depan para karyawan belum dapat kepatian, kemungkinan-kemungkinan terburuk bisa terjadi.

"Ini kan urusan perut. Kalau yang ini saja tidak bisa terpenuhi, karyawan bisa ngamok," ujarnya. Sejak siang tadi, saat ratusan karyawan melakukan aksi di Kantor Bakti Investama yang berada di daerah Kebon Sirih, puluhan karyawan setia memantau perkembangan melalui layar televisi yang berada di depan kantor.

Penantian mereka hanya berujung kekecewaan. Hingga pukul 20.00 WIB tidak ada kepastian akan dibayarnya gaji mereka. Bahkan sebagian karyawan yang sebelumnya ikut melakukan aksi di Kantor Bakti Investama mengatakan belum ada titik temu soal penyelesaian masalah ini.

Kemungkinan besar, persoalan ini akan dibawa ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi . "Besok kita mungkin lakukan aksi ke Kantor Departemen Tenaga Kerja," ujar Sandi, seorang karyawan AdamAir lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau