JAKARTA, SENIN - Puluhan karyawan AdamAir resah karena belum adanya kepastian dibayarnya gaji mereka. Meskipun Direktur AdamAir, Adam Suherman telah menandatangani cek pembayaran, Direktur Keuangan AdamAir Gustiono menolak membayarnya.
Keresahan puluhan karyawan tersebut diungkapkan melalui umpatan-umpatan dari mulut mereka. Tatkala menyaksikan pernyataan Gustiono di salah stasiun televisi yang disiarkan Senin (7/4) sore, beberapa karyawan AdamAir pun berteriak. Niko, salah satu petugas keamanan Kantor Pusat AdamAir yang terletak di jalan Gedung Panjang, Jakarta, mengaku resah karena belum dibayar gajinya untuk bulan Maret.
"Resah. Seminggu ini anak saya nggak bisa minum susu," ujar pria asal Ambon tersebut. Keresahan yang sama juga disampaikan Benyamin petugas keamanan lainnya. Ia mengatakan bingung memikirkan istri dan anaknya karena belum menerina gaji untuk bulan Maret.
"Mau makan apa istri sama anak saya di rumah," ujarnya. Sejak sore tadi, puluhan karyawan yang berkumpul di Kantor Pusat AdamAir terus memantau perkembangan terakhir soal tuntutan pembayaran gaji mereka untuk bulan Maret. Gaji yang biasa telah mereka terima sekitar tanggal 27 atau 20 tiap bulannya, hingga tanggal 7 memasuki bulan berikutnya belum mereka terima.
Richard, salah satu karyawan mengaku kecewa soal kelambatan pembayaran ini. Ia mengatakan jika dalam beberapa hari ke depan para karyawan belum dapat kepatian, kemungkinan-kemungkinan terburuk bisa terjadi.
"Ini kan urusan perut. Kalau yang ini saja tidak bisa terpenuhi, karyawan bisa ngamok," ujarnya. Sejak siang tadi, saat ratusan karyawan melakukan aksi di Kantor Bakti Investama yang berada di daerah Kebon Sirih, puluhan karyawan setia memantau perkembangan melalui layar televisi yang berada di depan kantor.
Penantian mereka hanya berujung kekecewaan. Hingga pukul 20.00 WIB tidak ada kepastian akan dibayarnya gaji mereka. Bahkan sebagian karyawan yang sebelumnya ikut melakukan aksi di Kantor Bakti Investama mengatakan belum ada titik temu soal penyelesaian masalah ini.
Kemungkinan besar, persoalan ini akan dibawa ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi . "Besok kita mungkin lakukan aksi ke Kantor Departemen Tenaga Kerja," ujar Sandi, seorang karyawan AdamAir lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang