Penyakit Ginjal, Mematikan?

Kompas.com - 08/04/2008, 17:30 WIB

PENYAKIT ginjal kronis tampaknya bakal menyamai penyakit jantung karena berisiko mematikan bagi para wanita. Demikian  sebuah penelitian bertajuk Heart and Estrogen/Progestin Replacement Study mengungkapkan.

Pada penelitian sebelumnya terungkap bahwa penyakit ginjal dapat menimbulkan kematian tibat-tiba pada pasien dengan alat pacu jantung. Demikian penelitian lanjutan pada kelompok yang lebih sehat diungkapkan peneliti senior Dr. Michael G. Shlipak dan koleganya yang juga menulis hasil penelitiannya di Jurnal Hipertensi.
    
Untuk menentukan efek dari penyakit ginjal pada kematian mendadak ini, Shlipak, di University of California, San Francisco, dan rekannya menganalisa data pada sekitar 2,760 wanita yang sudah mengalami postmenopaus, dengan usia tidak lebih tua dari 80 tahun, dan menderita sakit jantung. Subyek dengan gagal jantung parah tidak masuk dalam daftar ini.
    
Para wanita ini terbagi dalam tiga kelompok berdasar penyakit ginjal yang diderita: minimal/tidak ada satu pun, sedang atau berat. Selama hampir 7 tahun berlangsung, sekitar 135 kejadian mati mendadak terjadi karena serangan jantung.
    
Setelah menghitung beragam faktor yang mungkin menyumbang munculnya penyakit, para wanita dengan penyakit ginjal kronis ini ternyata tiga kali lebih berisiko mengalami mati mendadak daripada yang fungsi ginjalnya normal.
   
Peningkatan risiko tampak setelah muncul gagal jantung dan serangan jantung, meski hanya gagal ginjal juga dapat menimbulkan risiko mati mendadak.

Source: Journal of  Hypertension

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau