Kapolri Dukung Pelelangan Kayu Sitaan di Riau

Kompas.com - 08/04/2008, 23:54 WIB

JAKARTA, SELASA - Kapolri Jenderal Polisi Sutanto mendukung pelelangan kayu sitaan sekitar 21.993 meter kubik milik PT Madukoro yang sempat dipertanyakan Menteri Kehutanan Malam Sabat Kaban. Pelelangan kayu yang telah dilaksanakan di Mapolres Pelalawan pada awal 2007 di kantor pelayanan piutang dan pelalangan Kekayaan Negara Pekanbaru  (KP2LN) pada 24 Maret 2008 lalu, berdasarkan ketentuan yang selama ini berlaku di Indonesia.

"Pelelangan itu berdasarkan kepada perijinan dari badan setempat. Jadi landasannya itu tentunya," tegas Sutanto ketika ditanya tentang pelelangan kayu yang dianggap Menhut tidak sah.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan MS Kaban meradang atas aksi lelang kayu sitaan 21.993 meter kubik milik PT Madukoro. Pelelangan kayu sitaan dianggap bertentangan dengan hasil rapat paripurna tingkat menteri Ke III di kantor Polhukam dan instruksi Menhut No.1/Menhut- VI/2008 tanggal 29 Februari 2008 sebagai tindak lanjut hasil rapat paripurna pada 15 Februari 2008.

Disebutkan, pelelangan kayu tidak bisa dilakukan jika tim Taksasi Dephut yang dibentuk melalui instruksi Menhut belum menuntaskan pekerjaannya. Instruksi Menhut sendiri meminta penaksiran reduksi kayu bulat dan kayu bulat kecil untuk memberikan dasar bagi perusahaan pemilik kayu dalam menetapkan nilai jaminan bank.

Selain itu, Kaban mempertanyakan harga kayu lelang yang sangat murah. Lelang kayu 21.993,95 ribu meter kubik kayu, negara cuma mendapat Rp 4,2 miliar atau Rp 194.992 per meter kubik.

Menanggapi ini pelanggaran ketentuan itu, Kapolri Jenderal Sutanto justru mempersilahkan wartawan untuk mengeceknya ke Riau langsung. "Silahkan saja cek ke sana," ujarnya sambil menaiki kendaraan dinasnya. (Persda Network/ade)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau