BAGHDAD, RABU - Ulama Syiah Muqtada al-Sadr mengancam akan mengakhiri gencatan senjata yang diberlakukan terhadap pejuang Tentara Mahdi pimpinannya apabila pemerintah Irak tidak melindungi masyarakat Irak dari serangan pasukan Amerika Serikat. Pernyataan Muqtada al-Sadr ini disebarluaskan ke pers dan publik Irak saat pasukan AS dan Irak meningkatkan tekanan terhadap milisi Syiah di markasnya di Kota Sadr, Baghdad.
Al-Sadr juga menuntut dikeluarkannya jadwal bagi penarikan pasukan AS dari Irak. Beberapa ajudan Muqtada al-Sadr menjelaskan ulama anti-Amerika ini semula menyerukan diadakan unjuk rasa massal di Baghdad Rabu (9/4) ini. Namun, unjuk rasa tersebut telah dibatalkan tanpa keterangan pasti mengenai penyebabnya.
Al-Sadr menyerukan dilangsungkannya unjuk rasa yang diikuti oleh ribuan demonstran untuk menandai tahun kelima direbutnya Baghdad oleh tentara AS. Rencana unjuk rasa menentang perebutan ibukota Irak tersebut dipandang oleh banyak pengamat sebagai unjuk kekuatan Muqtada al-Sadr dalam konfrontasi melawan pemerintah Irak yang mengeluarkan larangan terhadap keberadaan milisi Tentara Mahdi. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang