JAKARTA,RABU - Departemen Keuangan (Depkeu) memproyeksikan realisasi pertumbuhan ekonomi selama triwulan I 2008 mencapai sekitar 6,2 hingga 6,3 persen. "Ini tidak bermaksud mendahului laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tapi merupakan pegangan sementara," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu (BKF) Anggito Abimanyu seperti dikutip Antara di Jakarta, Rabu (9/4).
Menurut Anggito, kontribusi konsumsi rumah tangga pada pertumbuhan ekonomi selama triwulan I 2008 masih besar. Pada triwulanB I 2008 pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai sekitar 5,1 persen.
Sementara itu pertumbuhan konsumsi pemerintah selama triwulan I mencapai 4,02 persen, pertumbuhan insetasi 9,5 persen, pertumbuhan ekspor 7,6 persen, dan pertumbuhan impor 8,5 persen.
Menurut Anggito, pertumbuhan investasi masih jauh dari target pertumbuhan investasi selama 2008 sebesar 12-15 persen. "Saya optimis pertumbuhan ekonomi selama triwulan I 2008 mencapai 6,2 hingga 6,3 persen, kita berharap momentum pertumbuhan ekonomi terus ada," katanya.
Mengenai dampak resesi global, Anggito mengatakan, dari pertemuan G7 di Jepang beberapa waktu lalu menyimpulkan bahwa dampak resesi global kepada Indonesia selama triwulan I 2008 tidak signifikan. "Memang ada dampak ke Indonesia tapi tidak signifikan, ekspor Indonesia terdiversifikasi, sementara investasi sebagian besar dari domestik," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang