Gayus: Kalau Masyarakat Kebakaran Jenggot, ya Terserah...

Kompas.com - 09/04/2008, 15:54 WIB

JAKARTA,RABU - Wakil Badan Kehormatan (BK) DPR RI Gayus Lumbuun menyatakan bahwa sikap BK yang meminta pimpinan DPR untuk tidak melanjutkan persoalan lirik lagu "Gosip Jalanan" yang dilantunkan grup musik Slank tidak ada hubungannya dengan kasus penangkapan anggota DPR Al-Amin Nur Nasution dini hari.

"Tidak ada persoalan dengan yang lain. Ini semata-mata karena kami telah cukup menyampaikan di berbagai kesempatan kemudian kami kembalikan kepada masyarakat untuk tidak sepenggal-sepenggal membaca lirik lagu tersebut," ujar Gayus dalam konferensi pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (9/4).

Menurut Gayus, BK tidak punya perasaan apapun apalagi mengalami kebakaran jenggot seperti yang banyak dikatakan di media massa dan menyerahkannya kepada masyarakat. "BK kembali dengan niat baik. Kalau masyarakat kebakaran jenggot ya terserah masyarakat, tapi BK tidak. Tapi kami ingin masyarakat dengan tenang membaca bait per bait patutkah lagu ini berkembang di masyarakat?" kata Gayus.

Gayus mengatakan BK menyerahkan proses evaluasi terhadap lirik lagu Slank kepada masyarakat. "Terkalah sendiri hal-hal yang termuat dalam lagu ini, evaluasi sendiri dan dinilai sendiri dan diserahkan kepada masyarakat untuk menyikapinya. Kami akan menghentikan semua sikap kami termasuk mengevaluasinya," tandasnya.

Gayus juga membantah pernyataan bahwa DPR sulit menerima kritikan dari masyarakat luas. "Kami terbuka dengan kritik tapi haruslah mengedepankan asas yang santun tentang perilaku-perilaku masyarakat. Itu tujuan kami yang baik agar masyarakat terbiasa dengan hal-hal yang etis," ujarnya. (LIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau