Kabupaten Bintan Menjadi "Bintang" (1)

Kompas.com - 10/04/2008, 08:26 WIB


SEJAK Rabu, 9 April 2008, nama Kabupaten Bintan banyak disebut, ditulis dan diperbincangkan banyak orang. Terkait penangkapan Al Amin Nasution, anggota DPR RI yang diduga menerima suap dari Sekda Kabupaten Bintan. Sekda Bintan, Azirwan dan Al Amin Nasution kini untuk sementara menjadi tahanan.

Sebelumnya, nama kabupaten ini sangat jarang disinggung oleh media massa. Dalam situs resmi kabupaten Bintan, disebutkan Kabupaten Bintan sebelumnya bernama Kabupaten Kepulauan Riau. Perubahan nama ini dimaksudkan agar tidak timbul kerancuan antara Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Kepulauan Riau dalam hal administrasi dan korespondensi sehingga nama Kabupaten Kepulauan Riau (Kepri) diganti menjadi Kabupaten Bintan.

Perubahan nama Kabupaten Kepulauan Riau menjadi Kabupaten Bintan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 tertanggal 23 Februari 2006.

Dengan adanya perubahan nama tersebut, Kabupaten Bintan akan lebih dikenal dan diharapkan bisa go internasional. Sebab selama ini para pebisnis di Singapura dan Malaysia lebih mengenal Bintan dibanding Kepulauan Riau. Hal itu terkait adanya resort dan kawasan industri di daerah ini. Karena nama Bintan sudah mengglobal maka akan lebih memudahkan dalam menjual potensi yang dimiliki daerah ini ke investor asing.

Konsekuensi perubahan nama Kabupaten Kepri menjadi Bintan memang cukup besar yakni dengan pindahnya kantor sementara Kabupaten Bintan di Kijang, Bintan Timur. Kantor lama dipinjam pakai kan kepada pemerintah Provinsi Kepri. Untuk sementara Bintan menyewa beberapa gedung milik PT Antam di Bintan Timur.

Begitu juga dengan ibu kota Kabupaten Bintan yang telah dipindahkan ke Bintan Buyu, Teluk Bintan, juga tengah mulai dibangun dengan anggaran yang cukup besar. Meski ada biaya yang timbul akibat penggantian nama tersebut, namun daerah ini sangat optimis meraih berbagai kemajuan luar biasa di berbagai sektor. Megaproyek infrastruktur yang cukup spektakuler adalah pembangunan kota mandiri Bandar Sri Bintan dan pembangunan kota baru di kawasan ibu kota Bintan Buyu.

Dan, Bintan, kini seolah menjadi bintang pemberitaan. (abi/bintankab.go.id) 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau