Amin Satu Blok dengan Syaukani

Kompas.com - 10/04/2008, 11:57 WIB

JAKARTA, KAMIS - Terhitung sejak pukul 01.30 Kamis (10/4) tadi anggota DPR RI Al-Amin Nur Nasution resmi menghuni Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya, tepatnya di Blok B. Ia dibawa dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi setelah dinyatakan sebagai tersangka.

Dengan masuknya Amin, maka semakin panjang deretan pejabat dan mantan pejabat yang menghuni Rutan Polda Metro. Di Blok B itu, misalnya, masih ada Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Syaukani HR,  Walikota Medan Abdillah, mantan Walikota Makassar, mantan Gubernur Riau Saleh Jasid.

Selain para pejabat dan mantan pejabat, di blok itu juga ditahan mantan pemimpin Al-Qiyadah Ahmad Moshaddeq. Sekitar pukul 10.20 WIB tadi, Moshaddeq yang mengenakan kaos hitam terlihat memasuki rutan didampingi dua petugas.

Seorang penjenguk ke Blok itu, Amir, mengatakan, para pejabat dan mantan pejabat itu terlihat sedang asyik bermain tenis di lapangan yang berada di dalam rutan.

Mengenai Amin Nasution, kata Amir, terlihat tengah membaca koran. "Mungkin masih penyesuaian. Kan masih awal," ujarnya.

Sementara itu, suasana di depan pintu keluar masuk rutan tampak ramai. Belasan wartawan terlihat berada di sekitar pintu tersebut untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut kasus yang melibatkan Amin. "Biasanya sepi. Hari ini memang ramai," ujar Yono, petugas parkir di Polda Metro Jaya.

Sejak mulai ditahan pada Kamis (10/4) dini hari tadi, hingga pukul 11.30 WIB belum terlihat satu pun kerabat yang menjenguk Amin. Demikian pedangdut Kristina, yang tadi malam sempat menjenguk suaminya itu di KPK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau