JAKARTA, KAMIS - Terhitung sejak pukul 01.30 Kamis (10/4) tadi anggota DPR RI Al-Amin Nur Nasution resmi menghuni Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya, tepatnya di Blok B. Ia dibawa dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi setelah dinyatakan sebagai tersangka.
Dengan masuknya Amin, maka semakin panjang deretan pejabat dan mantan pejabat yang menghuni Rutan Polda Metro. Di Blok B itu, misalnya, masih ada Bupati nonaktif Kutai Kartanegara Syaukani HR, Walikota Medan Abdillah, mantan Walikota Makassar, mantan Gubernur Riau Saleh Jasid.
Selain para pejabat dan mantan pejabat, di blok itu juga ditahan mantan pemimpin Al-Qiyadah Ahmad Moshaddeq. Sekitar pukul 10.20 WIB tadi, Moshaddeq yang mengenakan kaos hitam terlihat memasuki rutan didampingi dua petugas.
Seorang penjenguk ke Blok itu, Amir, mengatakan, para pejabat dan mantan pejabat itu terlihat sedang asyik bermain tenis di lapangan yang berada di dalam rutan.
Mengenai Amin Nasution, kata Amir, terlihat tengah membaca koran. "Mungkin masih penyesuaian. Kan masih awal," ujarnya.
Sementara itu, suasana di depan pintu keluar masuk rutan tampak ramai. Belasan wartawan terlihat berada di sekitar pintu tersebut untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut kasus yang melibatkan Amin. "Biasanya sepi. Hari ini memang ramai," ujar Yono, petugas parkir di Polda Metro Jaya.
Sejak mulai ditahan pada Kamis (10/4) dini hari tadi, hingga pukul 11.30 WIB belum terlihat satu pun kerabat yang menjenguk Amin. Demikian pedangdut Kristina, yang tadi malam sempat menjenguk suaminya itu di KPK.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang