Regulasi Kepemilikan Rusunami Akan Diperketat

Kompas.com - 10/04/2008, 14:48 WIB

Laporan wartawan Kompas Haryo Damardono  

 

JAKARTA, KAMIS-Kementerian Negara Perumahan Rakyat akan membuat aturan-aturan kepemilikan rusunami secara lebih ketat. Aturan dibuat agar kepemilikan rusunami jatuh ke tangan yang berhak, yakni masyarakat lapisan menengah bawah.  

"Sekarang kita bangun dahulu rusunami, setelah berdiri maka sambil ber jalan aturan-aturan yang ada mengenai rusunami akan diperketat," kata Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asyary, Kamis (10/4), saat membuka Pameran Hunian Bersubsidi 2008, di Balai Kartini, Jakarta

Yusuf mengatakan, sangat berharap konsumen rusunami adalah masyarakat berpenghasilan maksimal Rp 4,5 juta. Tetapi, Kemenpera memang tidak dapat begitu saja menyaring calon pembeli rusunami. Dia menegaskan, pihak perbankan yang seharusnya lebih kompeten untuk menyaring pembeli.

Kompetensi Kemenpera, kata Yusuf, lebih kepada tata guna suatu lahan. Di Rawa Sari misalnya, lobi Kemenpera berhasil mengubah peruntukan lahan dari ruang pajang mobil menjadi calon lokasi pembangunan rusunami.

Menurut Yusuf, keberadaan Persatuan Penghuni Rumah Susun atau PPRS, dapat pula dibe rdayakan untuk melacak penyimpangan kepemilikan di rusunami. "Bila ada pemindahan kepemilikan walau belum lima tahun, atau ada seorang pemilik yang mempunyai banyak unit, dapat dilaporkan ke Pemda dengan tembusan ke Kemenpera," kata dia.

Menpera mengatakan, sah-sah saja bila PPRS mengawasi warga, sebab tidak lembaga itu berfungsi tidak ubahnya Rukun Tetangga. Hanya saja bila RT untuk landed house, sementara PPRS untuk bangunan vertikal. Fungsi pengawasan RT seperti wajib lapor bagi tamu, seharusnya juga dapat diberlakukan PPRS.

Direktur Kredit Bank Tabungan Negara Purwadi mengatakan, hingga pekan in i, pengajuan kredit pemilikan apartemen untuk rusunami telah mencapai 5.000 unit. "Kami sudah menyetujui sebanyak 2.000 unit, dari permohonan yang masuk," kata dia.  

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau