Lukman: Rp 4 Juta Mempermalukan Anggota DPR

Kompas.com - 10/04/2008, 16:57 WIB

JAKARTA, KAMIS - Wakil Ketua Fraksi PPP Lukman Hakim mengatakan, keterangan KPK yang menyatakan bahwa uang Rp 4 juta yang diduga sebagai uang suap kepada Al Amin Nur Nasution justru mempermalukan anggota dewan. Mengapa? Sebab, jumlah itu terlalu kecil bagi anggota DPR.

"Kami sudah membesuk Amin, keadaannya baik-baik saja. Dia cerita, tidak benar bahwa dia tertangkap tangan dengan uang 4 juta itu. Kalau cuma 4 juta itu mempermalukan anggota dewan, kalau 4 miliar atau 4 triliun itu baru...," katanya saat memberikan keterangan kepada wartawan, di Gedung Nusantara IV DPR, Kamis (10/4).

"Kenapa kesannya tertangkap tangan, orang sedang ngobrol tiba-tiba didatengin gitu kan shock," lanjut dia.

Mengenai uang Rp 67 juta yang ditemukan di dalam mobil Amin, lanjut Lukman, patut diduga sebagai uang reses.

Padahal, sebelumnya Ketua Komisi IV Ishartanto memberikan keterangan yang berbeda. "Ketua Komisi IV Pak Ishartanto bilang, kemungkinan uang 67 juta itu uang yang baru dipinjam Pak Amin, sore sebelum tertangkap. Yang katanya untuk memperbaiki pagar rumahnya. Ini mana yang benar,?" tanya wartawan.

"Kata saya kan, patut diduga sebagai uang reses. Yang jelas, kepada pimpinan partai dia (Amin) bilang 71 juta itu uang pribadi dan dia tidak tertangkap tangan. Wah, kalau kemarin saya bawa uang reses dan saya taruh di mobil terus tiba-tiba ditangkap KPK, jangan-jangan saya juga dikira terima suap," jawab Lukman.

Namun, saat ditanya besarnya uang reses hanya Rp35 juta (seperti informasi dari Kesekjenan), tak satu pun yang menanggapi pertanyaan wartawan mengenai hal itu. Lukman menegaskan, jika memang Amin terbukti salah, PPP tidak akan segan untuk mengakuinya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua BK DPR Gayus Lumbuun menuturkan hasil pertemuannya dengan pimpinan KPK. Keterangan yang diperolehnya berbeda dengan pengakuan Amin kepada PPP. Keterangan KPK, Amin tertangkap tangan saat menerima uang sebesar Rp4 juta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau