JAKARTA, KAMIS - Baru sekitar dua jam menghuni Rutan Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka, Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah sudah mendapat banyak kunjungan dari para pejabat dan karyawan BI. Sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (10/4), puluhan pegawai BI memenuhi ruang tunggu Gedung Bareskrim Mabes Polri menunggu giliran menjenguk Burhanuddin.
"Tadi yang datang sampai 40 orang. Karena banyak dibagi dua kelompok biar nggak berdesakan," ujar petugas piket Bareskrim Mabes Polri. Menurut informasi dari petugas Bareskrim Mabes Polri yang tidak mau disebutkan namanya, kemungkinan besar Burhanuddin Abdullah ditempatkan satu kamar dengan mantan Direktur PT Garuda Indonesia Indra Setiawan yang telah dijatuhi hukuman sebelumnya terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Munir.
Sumber tersebut juga mengatakan tempat tahanan Burnanuddin bersama para pejabat atau mantan pejabat lainnya sengaja disediakan agak 'berbeda' dengan ruang tahanan pada blok-blok lainnya. "Kalau untuk orang penting, lemari, tempat tidur, spring bed, kulkas itu disediakan. Kalau yang biasa paling cuma tempat tidur," ujar sumber bersangkutan.Udin menyampaikan bahwa Burhanuddin dibawa oleh petugas KPK dan Brimob menuju Rutan Bareskrim Mabes Polri sekitar pukul 15.00 WIB.
"Tim dari KPK datang pake 1 mobil. Kalau nggak salah ada empat atau lima dari KPK dan satu Brimob," ujarnya. Ia juga mengatakan keterbatasan ruang tahanan di Bareskrim Mabes Polri sempat menimbulkan ketidakpastian akan ditahannya orang nomor satu di bank sentral Indonesia tersebut. Setelah melakukan pertimbangan, diputuskan bahwa Burhanuddin ditempatkan satu tahanan bersama tahanan lain yang kemungkinan besar adalah Indra Setiawan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang