Puluhan Karyawan BI Besuk Burhanuddin

Kompas.com - 10/04/2008, 18:11 WIB

JAKARTA, KAMIS - Baru sekitar dua jam menghuni Rutan Bareskrim Mabes Polri sebagai tersangka, Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah sudah mendapat banyak kunjungan dari para pejabat dan karyawan BI. Sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (10/4), puluhan pegawai BI memenuhi ruang tunggu Gedung Bareskrim Mabes Polri menunggu giliran menjenguk Burhanuddin.

"Tadi yang datang sampai 40 orang. Karena banyak dibagi dua kelompok biar nggak berdesakan," ujar petugas piket Bareskrim Mabes Polri. Menurut informasi dari petugas Bareskrim Mabes Polri yang tidak mau disebutkan namanya, kemungkinan besar Burhanuddin Abdullah ditempatkan satu kamar dengan mantan Direktur PT Garuda Indonesia Indra Setiawan yang telah dijatuhi hukuman sebelumnya terkait kasus pembunuhan berencana terhadap Munir.

Sumber tersebut juga mengatakan tempat tahanan Burnanuddin bersama para pejabat atau mantan pejabat lainnya sengaja disediakan agak 'berbeda' dengan ruang tahanan pada blok-blok lainnya. "Kalau untuk orang penting, lemari, tempat tidur, spring bed, kulkas itu disediakan. Kalau yang biasa paling cuma tempat tidur," ujar sumber bersangkutan.Udin menyampaikan bahwa Burhanuddin dibawa oleh petugas KPK dan Brimob menuju Rutan Bareskrim Mabes Polri sekitar pukul 15.00 WIB.

"Tim dari KPK datang pake 1 mobil. Kalau nggak salah ada empat atau lima dari KPK dan satu Brimob," ujarnya. Ia juga mengatakan keterbatasan ruang tahanan di Bareskrim Mabes Polri sempat menimbulkan ketidakpastian akan ditahannya orang nomor satu di bank sentral Indonesia tersebut. Setelah melakukan pertimbangan, diputuskan bahwa Burhanuddin ditempatkan satu tahanan bersama tahanan lain yang kemungkinan besar adalah Indra Setiawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau