Marinir AS Mulai Bergerak ke Afganistan

Kompas.com - 11/04/2008, 02:11 WIB

KABUL, JUMAT - Lebih dari 2.000 anggota marinir Amerika Serikat, yang baru-baru ini ditempatkan di Afganistan untuk mendukung tentara pimpinan NATO melawan pejuang, mulai bergerak di wilayah bergolak selatan negara itu, kata kesatuan tersebut Kamis.
   
Satuan Gerak Cepat Marinir Amerika Serikat beranggota 2.300 orang itu adalah bagian sumbangan baru-baru ini Washington kepada upaya Pasukan Bantuan Keamanan Antarbangsa (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO memadamkan perlawanan Taliban, yang bangkit kembali.

"Yang terahir dari pelaut dan anggota marinir Satuan Gerak Cepat ke-24 tiba dan satuan itu mulai bergerak sesudah berpekan-pekan, anngota dan perlengkapannya mengalir ke sini," kata pernyataan satuan tersebut.

"Anggota Marinir itu sudah mulai bergerak membantu dan dengan mitra asing mereka di Afganistan," katanya, merujuk pada pasukan ISAF, yang disebarkan di sana.

Afganistan selatan mengelami bagian terbesar perlawanan terus-menerus oleh sisa Taliban, yang ditumbangkan dari pemerintah oleh serbuan pimpinan Amerika Serikat pada ahir 2001.

Perlawanan itu, yang mencakup pemboman jibaku dan dikatakan didukung jaringan Alqaida, meningkat terutama di selatan dan timur negara terkoyak perang tersebut dalam dua tahun terahir.

Peningkatan kekerasan dalam beberapa tahun terahir memaksa panglima NATO menyeru balabantuan. Pasukan Marinir itu dapat "melaksanakan berbagai gerakan penuh dari bantuan kemanusiaan hingga tempur," kata pernyataan tersebut.
   
Dengan Prancis secara terbuka mengumumkan penguatan 700 tentara baru, NATO berjanji mengirim hampir 2.000 tentara tambahan untuk mendukung gerakan persekutuan itu di Afganistan pada bulan ini.
   
NATO berhasil mengumpulkan hampir 1.800 tentara sebagai balabantuan di Afganistan dan pelatih tentara serta helikopter, kata sumber dekat pada pertemuan puncak pemimpin sekutu itu di Bukares pada awal April.
   
Sumber itu menyatakan Georgia, calon anggota NATO, menawarkan 500 tentara, yang akan membelah Afganistan timur dengan selatan, daerah tempat gerilyawan Taliban bergiat.
   
Polandia menjanjikan 400 tentara dan delapan helikopter, yang juga akan dibagi antara Afganistan timur dan selatan, kata sumber itu, yang berbicara tanpa menyebut nama.
   
Ceko mencatatkan 120 tentara khusus untuk tugas di Afganistan selatan, kata sumber itu. Azebaijan akan mengirim 45 tentara, kata sumber tersebut.
   
Negara anggota lain NATO menyatakan akan mengirim regu pelatihan dan penasehat tentara untuk bekerja dengan tentara dan polisi Afganistan, kata sumber itu. Satu regu biasa terdiri atas 19 hingga 36 tentara.
   
Italia akan pindah dari Kabul, ibukota negara rusuh itu, ke Afganistan barat dengan tiga regu baru pelatihan, kata sumber itu.
   
Rumania dan Yunani masing-masing akan menyediakan satu regu pelatihan dan penasehat tentara.Selandia Baru menyatakan akan menambah pasukannya di Afganistan untuk mendukung satuan pembangunan kembali propinsi, kata sumber itu.
   
Ia menyatakan delapan negara setuju menyumbang helikopter. Langkah Prancis mengirim tentara ke Afganistan timur, tidak terlalu jauh dari markas penting mereka di Kabul, memungkinkan pasukan Amerika Serikat pindah ke selatan dan mendorong sekutunya ke garis depan melawan pejuang pimpinan Taliban.
   
ISAF terdiri atas sekitar 47.000 tentara, yang ditarik dari hampir 40 negara, kata hitungan resmi keluaran 1 April.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau