Luther Kombong Terkaya di Pilkada Kaltim

Kompas.com - 11/04/2008, 10:55 WIB

SAMARINDA, JUMAT- Dengan harta kekayaan Rp 158,678 miliar, Luther Kombong, terkaya di antara para calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur. Demikian pengumuman harta kekayaan di Komisi Pemilihan Umum Kaltim di Samarinda, Jumat (11/4).

Luther Kombong ialah calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Jusuf Serang Kasim dan diusung Partai Golkar. Kekayaan Jusuf menduduki peringkat kedua terkaya dengan nilai Rp 4,993 miliar. Setelah itu, terkaya ketiga ialah calon gubernur Awang Faroek Ishak yang saat ini menjabat Bupati Kutai Timur. Kekayaannya Rp 3,097 miliar. Adapun kekayaan pasangannya yakni Farid Wadjdy senilai Rp 628,332 juta.

Kekayaan calon gubernur Achmad Amins menduduki peringkat keempat terkaya. Kekayaan Wali Kota Samarinda itu Rp 3,020 miliar. Kekayaan pasangannya Hadi Mulyadi senilai Rp 794,340 juta. Kekayaan calon gubernur yang terkecil nilainya ialah Nusyirwan Ismail yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Kekayaan Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Provinsi Kaltim ini Rp 1,717 miliar. Pasangannya yakni Heru Bambang memiliki kekayaan Rp 1,224 miliar. (BRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau