Sementara BI Dipimpin Hartadi

Kompas.com - 11/04/2008, 11:38 WIB

JAKARTA, JUMAT-Dewan Gubernur Bank Indonesia melaporkan kepada pemerintah bahwa seluruh sistem dan kepemimpinan di bank sentral itu tetap berjalan normal, meskipun Gubernur BI Burhanuddin Abdullah berhalangan karena ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Dengan demikian, seluruh operasional dan pengambilan keputusan di BI tetap dilakukan dengan menunjuk deputi paling senior dari Dewan Gubernur yang ada saat ini.

"Kedatangan kami ke sini menemui Pak Boediono untuk menyampaikan persiapkan kami kepada pemerintah, melalui Beliau. Khususnya terkait dengan kejadian terakhir. BI dalam pelaksanaan tugasnya sudah jelas karena dalam undang-undang,meskipun Pak Gubernur berhalangan, kami sudah siap," ujar Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono sesudah bertemu dengan Menteri Perekonomian Boediono di Kantor Menteri Perekonomian, Jalan Banteng Timur, Jakarta, Jumat (11/4).

Hadir bersama Hartadi adalah Deputi Senior Siti Fadjrijah dan Ardhayadi. Menurut Hartadi, BI memiliki prosedur baku, sehingga Dewan Gubernur tetap akan melaksanakan tugas moneter dan perbankan. "Sampai pagi ini semua berjalan baik dan terjadi sesuatu apapun, jadi normal di BI," katanya.

Hartadi mengungkapkan, kondisi itu menunjukan kepercayaan pasar terhadap tugas BI. "Sistem dan prosedur sudah berjalan dengan baik. Jika Gubernur berhalangan maka digantikan dewan Gubernur Senior, kalau Gubernur Senior berhalangan maka Dewan Gubernur yang paling senior yang incharge," ujar Hartadi.

Kebetulan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom tengah cuti, sehingga posisi Burhanuddin Abdullah untuk sementara diganti oleh Hartadi, sebagai dewan gubernur yang paling senior. "Sekarang ini Bu Miranda sedang cuti, jadi hari ini saya yang incharge. Hari Senin, beliau mungkin kembali, kalau belum ya kami teruskan dulu. Kami minta dukungan pemerintah untuk mencermati kondisi moneter akhir-akhir ini," ujar Hartadi. (OIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau