Slank Diusulkan Tampil di Sidang DPR

Kompas.com - 12/04/2008, 13:13 WIB

JAKARTA, SABTU-Grup musik Slank, makin mendapat tempat di hati para anggota DPR. Bahkan makin memastikan, tak semua para wakil rakyat di Senayan yang tersinggung dengan syair lagu milik Slank itu.
 
"Tidak semua bisa tahu kalau ada anggota DPR yang kinerjanya nuruk. Oleh karena itu bersyukurlah, ada Slank yang mau dengan tulus memberitahu. Saya akan usulkan agar pembukaan masa sidang IV tanggal 12 Mei nanti, Slank diundang untuk menyanyikan lagunya itu yang membuat sebagain anggota DPR kecewa," ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) Jacobus Mayongpadang, Sabtu (12/4).
 
"Saya sama sekali tidak tersinggung sedkitpun, malahan berterima kasih, sudah diingatkan agar kami semua anggota. DPR hati-hati dan serius mengemban amanat rakyat. Sebagai manusia sudah pasti ada saja kelalian dalam berbagai bentuk, termasuk masalah uang atau hal lain," ungkapnya.
 
Syair lagu Slank, sudah selayaknya menjadi cambuk bagi anggota DPR lain untuk bekerja lebih baik.Syair lagu Iwan Fals ( Wakil Rakyat ), kata Kobu harus dijadikan lagu wajib bagi para anggota dewan.
 
"Wakil rakyat seharusnya merakyat. Bagi saya itu kalimat, yang sangat penting, harus diresapi dan dilaksanakan. Nah, berterima kasihlah pada Iwan Fals dan Slank. Kalau tidak diangkat ke permukaan, maka publik tidak ada yang tahu kejelekan anggota DPR," tukasnya. (Persda Network/Rachmat Hidayat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau