Balita Terdaftar Jadi Pemilih Pilgub Jabar

Kompas.com - 12/04/2008, 19:05 WIB

Laporan wartawan Kompas  Siwi Yunita Cahyaningrum   

CIREBON, SABTU - Daftar pemilih tetap yang kini dijadikan acuan untuk memilih dalam pemilihan gubernur Jawa Barat ternyata belum valid. Beberapa warga yang mempunyai hak pilih di desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon tidak terdaftar. Justru balita umur lima tahun masuk dalam daftar pemilih tetap dan mendapatkan surat undangan pemilihan atau formulir C6.

Ketua kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Mertapada Kulon, Fikri Surbekti, mengakui ada dua anggota masyarakatnya yang tak tercatat, padahal punya KTP dan berdomisili di tempat tersebut. "Kami sudah usulkan ke tim verifikasi tapi katanya tak bisa dimasukkan ke dalam daftar karena sudah terlambat," katanya, Sabtu (12/4).

Agus, warga Mertapada Wetan juga mengaku tak mendapatkan hak pilih, padahal ia sudah didatangi petugas verifikasi dan didaftarkan sebagai pemilih, tetapi ketika daftar pemilih tetap keluar, namanya tak tercantum dalam daftar tersebut.

Fikri justru menemukan balita terdaftar dalam pemilih di wilayahnya "Kami temukan ini ketika tim kami membagikan formulir C6, di situ terdapat nama Nailatul namun tercatat lahir tahun 1983, ternyata ketika dicek anaknya masih berusia lima tahun, jadi formulir C6 berikut kartu pemilih tak jadi kami berikan," ujar Fikri

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau