Kubu Dai dan Hade Berjaga-jaga

Kompas.com - 12/04/2008, 19:32 WIB

BANDUNG, SABTU - Untuk menghindari munculnya pelanggaran dan kecurangan dalam pemilihan kepala daerah Jawa Barat, tim sukses pasangan calon gubernur nomor satu Danny Setyawan-Iwan R Sulandjana melakukan ronda malam dengan mengerahkan sekitar 120.000 kader Partai Golkar di tingkat desa atau kelurahan.

Selain itu, kubu Ahmad Heryawan-Dede Yusuf juga mengerahkan massa sekitar 12.000 relawan untuk mencermati kemungkinan munculnya kampanye hitam atau black campaign yang dilakukan pasangan lain.

Ketua Tim Sukses pasangan Danny Setyawan-Iwan R Sulandjana Ali Hasan, Sabtu (12/4) mengatakan, seluruh kader akan melakukan ronda malam di daerah masing-masing. Semua akan bersiap-siap di daerah, kami akan mewaspadai kemungkinan-kemungkinan munculnya intrik-intrik menjelang dan saat pemilihan, kata Ali.

Menurut Ali, sampai saat ini, pihak panitia pengawas pilkada (Panwas) belum tegas dalam menertibkan segala macam atribut kampanye. "Kami masih menemukan banyak baliho-baliho dan stiker, seperti di Kabupaten Cimahi, Bandung Barat, dan Tasikmalaya. Beberapa fakta pelanggaran sudah kami kumpulkan dan akan segera dilaporkan ke Panwas," tambahnya.

Ali menambahkan, dalam kesempatan ronda malam, tim sukses Dai juga akan membersihkan seluruh atribut-atribut kampanye yang masih terpasang di kabupaten dan kota.

Ketua Tim Sukses Ahmad Heryawan-Dede Yusuf, Haris Yuliana menambahkan, untuk mengontrol jalannya pilkada, Hade melibatkan seluruh kader Partai Keadilan Sosial, Partai Amanat Nasional, Relawan Hade, dan anggota Persatuan Umat Islam. Menurut Haris, selain mengawasi pelaksanaan pemungutan suara, saksi-saksi juga akan mencermati kemungkinan munculnya pelanggaran dalam pilkada. (A01)  

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau