Dalai Lama: Belas Kasih Ubah Musuh Jadi Sahabat

Kompas.com - 12/04/2008, 20:11 WIB

SEATTLE, SABTU - Pemimpin Tibet di pengasingan, Dalai Lama, tidak ingin menyinggung kemelut di negerinya. Ia malah mengajarkan bagaimana dialog dan rasa hormat bisa mengubah musuh menjadi sahabat.

Dalam sebuah sebuah diskusi panel yang berlangsung di Key Arena Seattle AS, Jumat (11/4) atau Sabtu (12/4) waktu Indonesia, Dalai Lama mengesampingkan pertanyaan yang spesifik tentang Tibet.

"Satu-satunya cara untuk mengubah musuh kita menjadi teman adalah dengan dialog, hormat. Itulah belas kasih," kata Dalai Lama.       

Lalu, Ann Curry dari NBC News, memanfaatkan waktu tambahan dalam diskusi itu, menanyakan bagaimana dia bisa mengampuni musuhnya dan tetap punya harapan atas situasi di Tibet.       
       
Dalai Lama menjawab secara umum tentang bagaimana menciptakan komunitas yang lebih baik dan mengampuni musuh. Ia juga mengungkapkan harapannya bahwa dunia akan menemukan belas kasih lebih besar dengan munculnya lebih banyak pemimpin perempuan.
       
"Secara umum, perempuan lebih sensitif, ada potensi lebih besar untuk mengembangkan belas kasih," katanya.

Kongres Pemuda Tibet cabang Seattle berencana menggelar penyalaan lilin di pusat kota Seattle, Sabtu atau Minggu (13/4) waktu Indonesia. Oleh pemerintah China, kelompok ini dicap sebagai kelompok teroris.
       
Turut bicara dalam diskusi panel itu penyanyi Dave Matthews. Ia berterima kasih pada Dalai Lama karena bersedia datang meski situasi di Tibet sedang kacau. "Anda pasti merasakan betapa sakitnya rakyat Anda," kata Matthews.(AP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau