Syamsul-Gatot Bawa Suporter Sepak Bola

Kompas.com - 12/04/2008, 22:50 WIB

MEDAN, SABTU - Ada yang berbeda di ruang Grand Ballroom Hotel Grand Angkasa Medan, dalam acara pentas kandidat gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Sabtu (12/4). Semua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur memang membawa pendukung masing -masing.

Pendukung ini bertugas menjadi tukang sorak setelah kandidat selesai menjawab pertanyaan panelis dan moderator. Tetapi ada yang berbeda dengan pendukung pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho.

Jika pasangan rata-rata pendukungnya mengenakan atribut partai politik serta organisasi kemasyarakatan dan mereka hampir kebanyakan usianya di atas 30 tahun, pendukung pasangan Syamsul-Gatot justru anak-anak muda bergaya suporter sepak bola.

Dan terang saja, ketika memberikan sorakan atau teriakan mendukung, pendukung Syamsul-Gatot ini keluar dengan yel-yel yang sama seperti yel-yel milik suporter PSMS Medan ketika menyaksikan tim kesayangannya bertanding di Stadion Teladan.

Lagu-lagu khas suporter PSMS dinyanyikan para pendukung Syamsul-Gatot. Lirik lagu seperti yo ayo... ayo Bang Syamsul (biasanya kata PSMS), ku ingin kita harus menang . Betul saja, meski jumlah mereka kalah banyak dibanding pendukung empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur lainnya, tetapi teriakan mereka paling kenceng. Soal semangat tentu saja anak-anak muda ini tak kendur.

Selesai acara pentas kandidat, suporter pasangan Syamsul-Gatot juga tak puas hanya memberi dukungan di dalam ruangan. Di luar hotel, tepatnya di pinggir Jalan Perintis Kemerdekaan, puluh an suporter ini sudah siap dengan alat musik tiup seperti terompet dan kawan-kawannya. Lagunya pun sama. Lagu-lagu suporter sepak bola. (BIL)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau