Mereka Cuma Kurir

Kompas.com - 13/04/2008, 00:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Dua tersangka warga negara Taiwan yang tertangkap membawa sabu senilai Rp 10 miliar di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (11/4) malam, ternyata cuma kurir yang dibayar Rp 10 juta perorang untuk membawa sabu dari Hongkong sampai Bandara  Soekarno-Hatta.

"Kedua tersangka, Ktl (23) dan Hyl (26) cuma orang suruan yang masing-masing dibayar Rp 10 juta untuk jasa membawa barang-barang itu dari Hongkong sampai Bandara, tetapi mereka sendiri mengaku tidak tahu apa isi barang yang dibawanya," papar Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Rahmad Subagyo.

Mereka, lanjutnya, sudah tiga kali ke Jakarta. Hal ini diketahui dari catatan paspornya. Meski demikian, mereka mengaku baru sekali terlibat kasus ini. "Dia sudah tiga kali mengunjungi Malaysia dan Indonesia," ujar Rahmad. Ia menduga, keduanya pemain baru. Pekerjaan mereka sehari-hari juru masak dan pedagang.

Kedua warga Taiwan dengan nomor paspor 215647164 dan 215605302 ini turun dari pesawat China Airlines dengan nomor penerbangan C1 679 dari Hongkong tujuan Jakarta, sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam tas mereka, petugas Bea Cukai menemukan sabu yang dibungkus alumunium foil sebanyak 29 bungkus seberat 6.913 gram.

Agar tidak dicurigai, sabu itu dimasukan ke dalam tempat makanan, kemudian dicampur dengan pakaian.Saat dilakukan penyinaran x-ray pada koper mereka, petugas curiga, dan terbongkarlah kasus ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau