Batalkan Kontrak PLN dengan Pemasok Swasta

Kompas.com - 13/04/2008, 08:33 WIB

JAKARTA, MINGGU -  Kontrak Perusahaan Listrik Negara senilai Rp 24,7 triliun dengan perusahaan pemasok solar dan batubara dari perusahaan swasta bahkan ada swasta asing harus dibatalkan. Pasalnya, kontrak ini hanya menguntungkan pihak swasta bahkan pihak asing. Padahal, negara ini juga mempunyai BUMN yang bisa memasok solar dan batubara.

"Kan kita punya BUMN tambang dan Migas, kita punya menteri ESDM, BUMN, Keuangan, Perdagangan, bahkan Presiden kok tidak bisa mensinergikan antar perusahaan negara, sehingga yang menikmati keuntungan dari pasokan ini kalangan swata bahkan ada swasta asing," ujar anggota DPD Jakarta Marwan Batubara di Jakarta, Minggu (13/4).

Kalau harga yang ditetapkan BUMN dianggap PLN terlalu mahal, pertanyaannya, apakah BUMN tambang itu bisa begitu independennya dalam menetapkan harga. Bukankah yang jadi komisarisnya berasal dari pemerintah/eksekutif juga. "Apakah mereka para komisaris itu lumpuh, budek dan bisu. Atau ada kekuatan mafia yang mengatur harga yang tidak bisa tersentuh pemerintah. Apakah menteri-menteri itu sudah tidak berdaya dan negara ini sudah tidak berdaulat. Atau Presiden SBY tidak bisa berkutik? Atau ini bentuk KKN baru? " ujar Marwan.

Menurut dia, seluruh elemen bangsa ini harusnya mau mengutamakan kepentingan negara, rakyat miskin, dan keuangan negara yang sekarang sedang sekarat. Bukankah jika deviden BUMN meningkat, defisit bisa berkurang. Apalagi, ditengah rencana utang baru yang mencapai Rp 170 triliun, harusnya bisa dikurangi.

"Ataukah kondisi seperti ini malah supaya ada alasan untuk menjual BUMN itu," ujarnya. Menurut Marwan, antar BUMN seharusnya bisa melakukan sinergi antar perusahaan negara seperti Indonesia incorporated. "Kita juga punya pemerintahan yang sah, kok terus saja dibodohi. Perdagangan semacam ini, seharusnya bisa menjadi pendapatan negara/BUMN. Kenyataannya malah dinikmati oleh swasta, bahkan ada pula swasta asing," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau