SUKABUMI, MINGGU - Sebanyak 456 tahanan dan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Nyomplong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, gunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Minggu (13/4). Antusiasme mereka terlihat dari panjangnya antrian calon pemilih di lapangan LP Nyomplong kendati mereka harus antri berdiri di bawah terik matahari.
Jumlah calon pemilih itu berkurang sebanyak158 orang karena bebas atau dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan lain. Ketua Panitia Pemungutan Suara XIV khusus LP Nyomplong Nana Herdiana mengatakan, 146 narapidana bebas sebelum pemungutan suara dan 37 tahanan dan narapidana dipindahkan ke LP Banceuy dan Sukamiskin, Bandung.
Nana mengatakan, untuk tahanan dan narapidana yang dipindahkan, kartu pemilihnya dikirimkan ke LP yang baru sehingga mereka tetap bisa memilih. Tahanan dan narapidana di LP Nyomplong hanya mengenal tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dari poster yang tertempel di dalam penjara. Pasalnya, mereka tidak diperbolehkan mengikuti kampanye. Tim kampanye juga dilarang melakukan kampanye di dalam penjara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang