456 Napi dan Tahanan LP Nyomplong Gunakan Hak Pilih

Kompas.com - 13/04/2008, 09:36 WIB

SUKABUMI, MINGGU - Sebanyak 456 tahanan dan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Nyomplong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, gunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Minggu (13/4). Antusiasme mereka terlihat dari panjangnya antrian calon pemilih di lapangan LP Nyomplong kendati mereka harus antri berdiri di bawah terik matahari.

Jumlah calon pemilih itu berkurang sebanyak158 orang karena bebas atau dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan lain. Ketua Panitia Pemungutan Suara XIV khusus LP Nyomplong Nana Herdiana mengatakan, 146 narapidana bebas sebelum pemungutan suara dan 37 tahanan dan narapidana dipindahkan ke LP Banceuy dan Sukamiskin, Bandung.

Nana mengatakan, untuk tahanan dan narapidana yang dipindahkan, kartu pemilihnya dikirimkan ke LP yang baru sehingga mereka tetap bisa memilih. Tahanan dan narapidana di LP Nyomplong hanya mengenal tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat dari poster yang tertempel di dalam penjara. Pasalnya, mereka tidak diperbolehkan mengikuti kampanye. Tim kampanye juga dilarang melakukan kampanye di dalam penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau