Kurang Dana, Halaman Rumah RW Jadi TPS

Kompas.com - 13/04/2008, 10:50 WIB

DEPOK,MINGGU - Pemungutan suara Pilkada Jabar di RW 3 Pondok Cina, Depok, berbeda dari pemilihan-pemilihan sebelumnya seperti Pemilu yang pernah dilakukan di RW 3. Jika sebelumnya dilakukan di lapangan kosong di jalan Pinang dengan membangun tenda khusus, kali ini dilakukan di halaman rumah Ketua RW 3, Haji Sukanda yang memang cukup luas.

Haji Sukanda mengatakan kondisi ini disebabkan oleh terbatasnya dana sarana yang diterimanya untuk membangun tenda seperti biasanya. Dia mengaku dana sarana yang diterimanya hanya sebesar Rp 358.000. "Mana cukup buat bangun tenda, tenda aja sewanya 400 ribu. Belum ngasih duit buat orang yang negerjain," ujarnya di Depok, Minggu (13/4).

Kondisi yang cukup sederhana ini juga sebagai upaya preventif dari kondisi cuaca yang agak buruk karena beberapa hari ini kota Depok selalu diguyur hujan. Menurut Sumiati, istri Sukanda, hujan deras merupakan hal yang unik yang kerap terjadi dalam waktu pemilihan-pemilihan sebelumnya di wilayah RW-nya.

Di halaman rumah Sukanda, dibangun dua buah TPS untuk memfasilitasi pemungutan suara dari empat RT yang dipimpinnya di RW 3. " Total yang kedaftar sebagai pemilih tetap ada 903 pemilih, 475 di TPS 5, 428 di TPS 6," tukasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau