Pilkada di TPS 37-38 Bekasi, Untungkan Anak Yatim

Kompas.com - 13/04/2008, 12:25 WIB

BEKASI, MINGGU - Ada yang unik pada pemilihan gubernur Jawa Barat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 37 dan 38 RW 06B, Jakapermai Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat. Di depan kedua TPS tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk berjualan. Salah satunya, ibu-ibu yang tergabung dalam Yayasan Al Amanah.

Kumpulan ibu rumah tangga itu bersama anak-anak yatim berusaha menggalang dana di ajang pemilihan orang nomor satu di Jawa Barat. "Memang sengaja nih. Biasanya juga jualan tiap hari minggu. Tapi khusus pemilihan ini, jualan di sini dan stoknya juga kami lebihin," ujar Ketua I Yayasan Amanah, Saleh DS, Minggu (13/4).

Menurut dia, pemilihan ini menguntungkan bagi yayasannya karena sambil menunggu giliran, para pemilih datang ke lapaknya untuk membeli makanan ringan, seperti bihun, serabi, dan bothok. Biasanya, mereka hanya menjual 15 buah tiap jenis makanan, sedangkan sekarang jumlahnya diperbanyak menjadi 25 buah.

Dari pukul 06.00 WIB hingga 09.45 WIB, dia berhasil menjual 50 persen jualannya dan lapaknya baru ditutup pada pukul 13.30 WIB nanti. "Ini berkah untuk 100 anak yatim kami. Jadi harus bersabar lebih lama dari biasanya," kata Saleh.

Meski demikian, mereka tetap menyempatkan waktu untuk memilih calon pemimpin dambaan. Contohnya Ketua Kesra Yayasan Al Amanah, Titin Novi. Dia berharap, dengan ikut menyumbangkan pemilihan gubernur kali ini, kehidupan akan menjadi lebih baik. "Pengennya, adil, makmur, dan sentosa. Ada perbaikan jalan, tahu sendiri, di sini jalannya rusak berat. Pengennya juga semua murah, minyak mudah di dapat, minyak tanah ada lagi," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau