Hade Sementara Memimpin

Kompas.com - 13/04/2008, 15:30 WIB

BANDUNG, MINGGU - Pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf  untuk sementara memimpin perolehan suara berdasarkan perhitungan cepat atau quick count yang dilaksanakan Jaringan Isu Publik (JIP), Lingkaran Survey Indonesia (LSI) dan Litbang Kompas.

Hingga pukul 14.56 WIB Minggu (13/4), pasangan dengan akronim Hade ini mencatat 38,74 persen dari total 52,50 persen sampel suara yang masuk. LSI mengambil sampel dari 400 Tempat Pemungutan Suara. Jumlah 38,74 persen itu setara dengan 31.657 suara.

Peringkat kedua ditempati pasangan Agum Gumelar-Numan Abdul Hakim yang mengantongi 34,72 persen atau 19.665 suara. Sementara, Danny Setiawan - Iwan Sulandjana justru berada di urutan terakhir dengan 27,04 persen atau 15.314 suara.

Direktur Pemenangan LSI Widdi Aswindi mengatakan, dilihat dari pengalaman sebelumnya, hasil quick count biasanya stabil setelah sampel suara masuk 60 persen. JIP dan LSI membagi daerah sampel menjadi lima zona. "Sengaja tidak kami analisa per kabupaten/kota. Sebab, jumlah sampel di tiap kabupaten/kota sangat bervariasi. Sehingga riskan jika analisa data dilakukan tiap kabupaten/kota," kata Widdi.

Litbang Kompas

Sementara itu, penghitugan cepat yang dilakukan Litbang Kompas juga menunjukkan keunggulan pasangan Hade. Sampai pukul 15.30 WIB Hade sudah menangguk 40,3 persen suara, Aman 35 persen, dan Dai 24,5 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau