Jalan Rusak, Pedagang di Kalimalang Gulung Tikar

Kompas.com - 13/04/2008, 18:34 WIB

JAKARTA, MINGGU – Jalan Kalimalang Bekasi, terutama di daerah sebelum Superindo Kalimalang, yang rusak parah membuat sejumlah pedagang di sepanjang jalan itu, rugi. Beberapa di antaranya bahkan gulung tikar. Jalan tersebut sudah telantar sejak enam bulan lalu.

Pemilik Green Cafe, Ayu Rima Dona, mengatakan dia terpaksa menutup usahanya dan memilih tempat lain untuk membangun usaha yang baru. “Sudah sebulan ini kafe saya tutup. Habis, sepi banget. Tidak ada pemasukan sama sekali,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (13/4).

Menurut dia, pendapatannya berkurang 90 persen setiap harinya. Debu dan sulitnya medan, membuat pelanggan enggan menepikan kendaraannya ke kafe wanita berusia 24 tahun itu. Kini, kafe yang didominasi interior warna hijau milik Rima tampak seperti tempat penyimpanan barang yang penuh debu.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rudi, pedagang buah di Jalan Kalimalang. Sejak empat bulan lalu, penghasilannya turun hingga 60 persen per hari. “Puncak rusaknya jalan ini kan empat bulan lalu. Debunya itu lho. Dagangan jadi berdebu semua, jadi dilihatnya nggak indah. Orang jadi malas ke sini,” kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau