JAKARTA, MINGGU – Jalan Kalimalang Bekasi, terutama di daerah sebelum Superindo Kalimalang, yang rusak parah membuat sejumlah pedagang di sepanjang jalan itu, rugi. Beberapa di antaranya bahkan gulung tikar. Jalan tersebut sudah telantar sejak enam bulan lalu.
Pemilik Green Cafe, Ayu Rima Dona, mengatakan dia terpaksa menutup usahanya dan memilih tempat lain untuk membangun usaha yang baru. “Sudah sebulan ini kafe saya tutup. Habis, sepi banget. Tidak ada pemasukan sama sekali,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (13/4).
Menurut dia, pendapatannya berkurang 90 persen setiap harinya. Debu dan sulitnya medan, membuat pelanggan enggan menepikan kendaraannya ke kafe wanita berusia 24 tahun itu. Kini, kafe yang didominasi interior warna hijau milik Rima tampak seperti tempat penyimpanan barang yang penuh debu.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rudi, pedagang buah di Jalan Kalimalang. Sejak empat bulan lalu, penghasilannya turun hingga 60 persen per hari. “Puncak rusaknya jalan ini kan empat bulan lalu. Debunya itu lho. Dagangan jadi berdebu semua, jadi dilihatnya nggak indah. Orang jadi malas ke sini,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang